PEKANBARU - Beberapa aspal bekas dari galian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru mengalami kerusakan.

Kerusakan aspal dimulai dari permukaan aspal yang bergelombang karena ada permukaan yang tidak rata hingga aspal yang amblas dan terkelupas.

Pantauan GoRiau.com dilapangan, amblasnya aspal bekas galian IPAL ini rata-rata terjadi pada bagian bak kontrol. Ada beberapa bak kontrol yang aspalnya tidak terkelupas, namun aspalnya amblas seperti yang terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Durian, Teratai dan Jalan Mangga.

Amblasnya dan juga bergelombangnya aspal diduga terjadi karena sebelum dilakukan pengaspalan jalan, kontraktor tidak teliti dalam memadatkan permukaan jalan.

"Nggak sampai hitungan tahun sepertinya, baru berapa bulan diaspal terus banyak kendaraan yang lewat langsung amblas," katanya, Rabu (13/4/2022).

Dikatakan Diana meskipun lubang dari amblasnya aspal ini belum ada kecelakaan hingga menyebabkan korban luka-luka, tetapi susah banyak pengendara yang masuk kedalam lubang ini.

"Sejauh ini belum ada (kecelakaan) tapi bisa aja itu terjadi, apalagi lubangnya besar. Siapa tau ketika hindari lubang malah kecelakaan," jelasnya.

Bahkan untuk di Jalan Mangga, pengaspalan lebih kurang baru dilakukan satu bulan yang lalu. Namun sudah terlihat adanya keretakan di beberapa bagian aspal.

Beberapa jalan yang aspalnya mengalami kerusakan sudah diberikan tanda oleh kontraktor, namun hingga kini perbaikan aspal belum juga kelihatan tanda-tandanya.

"Warga bertahun-tahun lewati jalan rusak, masak debu segala macam. Ketika udah jadi, aspalnya buruk. Kami sebagai masyarakat tentu meminta perbaikan aspal di percepat, kami masyarkat udah banyak rugi karena proyek ini (IPAL)," tutupnya. ***