PEKANBARU – Asir Azis semakin tak tergantikan di skuad PSPS Pekanbaru musim Liga 2 2025/2026. Buktinya, ia menjadi player of the match usai memberi satu-satunya asis dalam kemenangan atas Persiraja Banda Aceh. Konsistensi pemain muda Makassar ini menjadikannya sosok kunci bagi Askar Bertuah.

Dalam sembilan pertandingan yang telah dijalani PSPS, Asir hampir tak tergantikan. Ia tercatat delapan kali tampil sebagai starter dan hanya sekali memulai laga dari bangku cadangan saat menghadapi PSMS Medan pada pertengahan September lalu, saat itu Asir masuk pada menit ke 26. Total, Asir telah mengoleksi 735 menit bermain atau rata-rata 81,5 menit per laga. Angka yang menunjukkan betapa besar perannya dalam tim.

Di tiga pertandingan terakhir, pelatih Aji Santoso bahkan selalu mempercayakan Asir bermain penuh selama 90 menit. Kepercayaan itu tak lepas dari kontribusi nyata sang pemain. Hingga pekan kesembilan, Asir telah menorehkan delapan kontribusi gol, terdiri dari tiga gol dan lima asis. Catatan tersebut menjadikannya sebagai pemain dengan pengaruh besar terhadap produktivitas PSPS yang telah mencetak 14 gol musim ini, dimana lebih dari separuh di antaranya melibatkan Asir.

Kemampuan bermain di dua sisi sayap menjadi keunggulan tersendiri bagi pemain berusia 22 tahun itu. Saat masih dilatih Ilham Ramadhona, Asir lebih sering beroperasi di sisi kanan. Namun, di bawah kendali Aji Santoso, perannya lebih fleksibel, bergantian di sisi kanan maupun kiri. Fleksibilitas itu justru membuat permainannya semakin hidup. Dari empat laga terakhir bersama Aji, Asir mencatat dua gol dan tiga asis. Menariknya, apabila ditempatkan di sisi sayap kanan Asir berperan lebih dalam memberikan kontribusi asis. Sebaliknya, bila diletakkan di posisi sayap kiri, dirinya menjadi lebih tajam dengan torehan gol.

Kontribusi Asir juga terasa signifikan dalam setiap laga kandang di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru. Satu-satunya pertandingan di mana ia gagal mencatatkan gol atau asis adalah saat PSPS ditahan imbang PSMS Medan. Laga tersebut ia jalani dari bangku cadangan.

Dalam laga kontra Sriwijaya FC, misalnya, kecepatan dan visi bermainnya memaksa bek lawan, Veiri Donny Ariyanto, melakukan pelanggaran di kotak penalti. Momen lain terjadi saat menghadapi Persiraja Aceh, ketika umpan silang Asir dimanfaatkan dengan baik oleh Reyhan untuk memastikan kemenangan PSPS.

“Asir Azis semakin hari penampilannya semakin bagus. Selain mencetak gol, dia juga banyak memberikan asis penting,” ujar pelatih Aji Santoso seusai laga kontra Persiraja, Sabtu (8/11/2025).

Aji menilai Asir adalah salah satu pemain paling berkembang di skuadnya musim ini. “Waktu lawan Persekat dia berkontribusi dua asis, lalu lawan Adhyaksa mencetak gol, dan kali ini memberi asis yang sangat bernilai karena peluangnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Reyhan,” katanya.

Bekal gelar Young Player of the Month Liga 2 yang pernah diraihnya kini dibuktikan dengan statistik yang solid. Berdasarkan data yang dirilis oleh ILeague (Liga Championship) Dari 221 umpan yang dia berikan, 165 berhasil sampai ke rekan setim. Di depan gawang lawan, ia cukup produktif dengan mencetak 3 gol dari 10 tembakan, di mana 8 di antaranya tepat sasaran ke gawang. Tak hanya menyerang, pemain sayap ini aktif membantu pertahanan dengan catatan 6 tekel berhasil, 11 intersepsi, dan 6 kemenangan dalam duel.

Asir Azis kini menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak kedua di PSPS, yakni 810 menit, hanya di bawah Alfin Tuasalamony. Konsistensi dan kreativitasnya di lini serang menjadikannya motor utama permainan PSPS Pekanbaru. Di usia yang masih muda, potensinya untuk berkembang masih sangat besar, menjadikannya bintang muda yang sangat menarik untuk dinantikan perkembangannya. ***