PEKANBARU - Kabut asap akibat dampak dari kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang makin meluas telah 'mengepung' sejumlah daerah di Riau, yakni Kota Dumai, Pekanbaru dan Kabupaten Bengkalis. Bahkan asap tersebut sudah terkirim hingga ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia karena tertiup angin dari Selatan ke Timur Laut.

Melihat kondisi ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei akan menambah pasukan untuk menanggulangi (Karlahut) yang terjadi di Provinsi Riau. "Kami akan memperkuat pasukan dengan melakukan penambahan peralatan dan personel. Penambahan helikopter juga akan dilakukan hari ini," beber Willem saat mengikuti rapat penanganan karlahut di Posko Satgas Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Minggu (28/8/2016).

Tambahan personel yang dimaksudkan Willem adalah dengan menurunkan sebanyak dua SSK (satuan setingkat kompi) dari Kodam I Bukit Barisan untuk memperkuat operasi pemadaman.

Kemudian, mengingat pemadaman yang tidak serta merta bisa dilakukan melalui jalur darat, Willem lantas menambah jumlah helikopter yang akan disiagakan di Riau. Saat ini pun, ia tengah mengupayakan agar dua helikopter untuk pengeboman air (water bombing) yang ada di Provinsi Sumatera Selatan bisa segera dikirim ke Riau.

"Helikopter yang ada di Sumsel pun kita usahakan cepat bergerak ke Riau. Sedang kita urus," jelasnya. ***