RENGAT- Tidak hanya Kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Kantor Panwaskab (Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten) Inhu juga ikut dijaga pihak pengamanan.

Penjagaan itu bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pasca pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara dan penetapan hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hulu (Inhu) tahun 2015 yang digelar di Aula Kantor KPU Inhu, Rabu (16/12/2015) siang tadi.

"Iya, Kantor Panwaskab dijaga pihak kepolisian. 4 orang personil utusan Polsek Rengat Barat dan 4 orang personil dari Satuan Brimob Polda Riau," ujar Ketua Panwaskab Inhu melalui Sekretaris Panwaskab Inhu Suta Rama kepada GoRiau.com, Rabu (16/12/2015) malam di Pematang Reba.

Disebutkannya, sebelumnya ada issu adanya penyerangan yang digembar gemburkan pihak yang tidak bertanggung jawab bahwa akan ada pihak pendukung paslon urut 1 untuk melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Panwaskab, sehingga ada penjagaan dari pihak pengamanan.

Terlebih lagi, issu itu diperkuat adanya pihak saksi dari Paslon urut 1 yang menolak pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara dan memilih walk out (keluar) dari ruang sidang.

"Dengan demikian, kita berharap apa yang diisukan tersebut tidak terjadi dan suasana pasca Pilkada serentak 9 Desember 2015 di Inhu bisa kondusif sebagai mana yang diharapkan masyarakat," pungkas Suta.***