
SIAK - Langkah preventif dan mitigasi bencana terus digencarkan oleh otoritas keselamatan daerah di Kabupaten Siak. Sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim kering, BPBD Siak telah menginstruksikan seluruh pemerintah kecamatan dan jajaran kepala kampung untuk aktif berpatroli serta melarang keras warganya membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.
Upaya mitigasi di tingkat tapak ini dinilai jauh lebih efektif dan efisien dari segi anggaran serta tenaga, dibandingkan melakukan penanggulangan saat api sudah telanjur meluas di bawah permukaan gambut. Meskipun grafik pemantauan satelit hari ini tidak mendeteksi adanya titik api di wilayah Siak, upaya pencegahan di 67 kampung rawan tersebut tidak boleh kendor.
"Kami minta semua pihak, jika ditemukan titik api sekecil apa pun, segera lapor ke aparat desa atau kecamatan. Warga juga bisa langsung melapor ke layanan darurat Pemkab Siak melalui Call Center 112 agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim reaksi cepat," terang Kalaksa BPBD Siak, Novendra Kasmara di Siak, Senin (8/6/2026).
Petugas di lapangan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi tatap muka guna menanamkan pemahaman mengenai bahaya serta dampak fatal yang ditimbulkan akibat kabut asap karhutla. Pendekatan persuasif ini diarahkan langsung kepada para petani dan pengelola lahan di wilayah rawa gambut.
Kondisi alam Siak yang memiliki hamparan gambut dalam sangat memerlukan perhatian khusus. Sekali api menyentuh lapisan bawah tanah, proses pemadaman akan memakan waktu berhari-hari dan menguras sumber daya yang besar, sehingga pencegahan menjadi harga mati.
Sinergi antara patroli darat BPBD dan kesadaran warga menjadi kunci utama pertahanan Siak saat ini. Pemerintah daerah berharap melalui komitmen bersama ini, wilayah Siak dapat mempertahankan status bebas asap sepanjang musim kemarau tahun ini.
"Alhamdulillah, hari ini kita nihil firespot. Kemarin sempat terjadi Karhutla di Kecamatan Kandis, namun berkat koordinasi yang baik bersama semua pihak, lahan yang terbakar bisa kita lokalisir dan segera dipadamkan," urai Novendra Kasmara.
Melalui penguatan sistem pelaporan cepat lewat nomor darurat, setiap potensi kebakaran diharapkan bisa dipadamkan dalam hitungan menit sebelum sempat membesar. Kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat menjadi benteng terkuat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dari amukan si jago merah. ***