
PEKANBARU - Antisipasi kondisi kesehatan para jemaah haji yang baru tiba di Tanah Air menjadi prioritas penanganan di fasilitas kedatangan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II. Pemerintah Kota Pekanbaru secara khusus menyiagakan 10 tim medis beserta armada ambulans untuk mendampingi proses kepulangan rombongan tersebut.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi menjelaskan bahwa pengerahan tenaga kesehatan ini merupakan langkah preventif. Keberadaan tim di lapangan berfungsi untuk merespons cepat potensi gangguan fisik akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan udara jarak jauh.
"Kita menyiapkan sebanyak 10 tim medis untuk mengantisipasi adanya jamaah yang mengalami gangguan kesehatan, tapi mudah-mudahan tidak ada," ungkapnya, Jumat (5/6/2026).
Penempatan regu medis di area bandara disesuaikan langsung dengan ritme pendaratan pesawat. Petugas mulai bersiaga penuh melayani kedatangan jemaah sejak pukul 09.00 WIB dan dijadwalkan berakhir pada pukul 16.00 WIB.
"Karena dalam satu hari ada 3 kloter yang akan datang dalam waktu yang berbeda. Kloter pertama jam 09.00 WIB, kedua jam 12.00 WIB, dan yang ketiga jam 16.00 WIB," paparnya.
Fasilitas kesiagaan medis ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Kebijakan ini diterapkan untuk menjamin tersedianya penanganan pertama yang krusial bagi warga yang membutuhkan observasi fisik setibanya di pintu kedatangan.
"Petugas kita siap memberikan bantuan bagi jamaah yang butuh bantuan untuk pemeriksaan kesehatan atau juga perlu bantuan segera ditangani bagi yang mengalami gangguan kesehatan," urainya.
Langkah penyambutan jemaah ternyata tidak hanya berfokus pada aspek keselamatan jasmani semata. Mengikuti arahan lanjutan dari Wali Kota Agung, jajaran pemerintah kota turut menghadirkan sentuhan lokal dengan menyajikan penganan khas berupa kue talam kepada seluruh jemaah asal daerah tersebut sebagai bentuk ucapan selamat datang.***