PEKANBARU - Ratusan jemaah haji asal Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Kloter BTH 03 akhirnya menginjakkan kaki di tanah air. Namun di balik kelancaran proses pemulangan Jumat (5/6/2026), dua jemaah terpaksa menunda perjalanan ke kampung halaman akibat kondisi kesehatan yang menurun drastis.

Data resmi mencatat tingginya angka kerentanan kesehatan pada kelompok terbang ini. Dari total 445 anggota rombongan yang bertolak dari Arab Saudi, lebih dari separuhnya, yakni 277 orang masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon membenarkan adanya dua jemaah yang harus tertinggal sementara di Kota Batam. Keduanya kini mendapat penanganan medis secara intensif di ruang rawat inap RS Awal Bros Botania.

"Alhamdulillah saat kepulangan dari Saudi semua aman, tidak ada yang tertinggal di sana. Hanya ada dua orang jemaah yang kondisi kesehatannya menurun setelah tiba di Batam, sehingga belum diizinkan pulang ke Pekanbaru," jelasnya.

Rombongan BTH 03 sendiri didominasi oleh jemaah perempuan sebanyak 257 orang, berbanding 188 laki-laki. Tingginya angka risti dalam rombongan ini juga dibarengi dengan keberadaan 22 jemaah yang sangat bergantung pada fasilitas kursi roda selama menjalankan ibadah di Tanah Suci hingga perjalanan pulang.

Melihat rekam medis tersebut, pihak Balai Karantina Kesehatan (BKK) Embarkasi Batam mengambil langkah tegas dengan menahan kepulangan dua jemaah yang jatuh sakit. Keputusan mutlak ini diambil demi menjaga stabilitas kesehatan tubuh jemaah sebelum menempuh penerbangan udara lanjutan.

Meski tanpa kehadiran dua rekannya, proses pemulangan anggota kloter lainnya berjalan sangat lancar. Penerbangan pertama yang membawa 213 jemaah telah mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSQ) Pekanbaru pada pukul 08.45 WIB, setelah sebelumnya lepas landas dari Debarkasi Batam pukul 07.50 WIB. ***