PEKANBARU - Dalam acara rangkaian safari politik di Provinsi Riau, Capres yang diusung oleh partai Nasdem menyempatkan diri ngopi bersama insan pers, mahasiswa dan para influencer di Kota Pekanbaru ngopi di Wareh Kupie Jalan Arifin Achmad, Senin (5/12/2022)

Dalam kesempatan tersebut Anies lebih banyak bicara mengenai bagaimana dirinya mengatasi masalah di DKI Jakarta dari pada menjawab pertanyaan pers, mahasiswa dan influencer. Seperti status Provinsi Riau yang kaya akan Migas dan minyak kelapa sawit, sumbangsih bahasa Indonesia, juga budayanya telah banyak memberikan sumbangsih untuk bangsa ini dan sudah layak Riau diberikan status daerah khusus jika Anies diberi amanah menjadi presiden.

"Apakah itu, Caleg, calon bupati, calon walikota, gubernur bahkan presiden kalau ditanya apa yang dikerjakan besok, jawabannya bisa hayalan, namanya juga masa depan bukan?" Oya saya akan jawab a, b, c, d, kita ketika dengar itu suka, o cocok ini, saya suka ini. Saya tidak melakukan itu, jadi saya mau ajak teman-teman sekalian, orang yang akan maju Caleg, walikota, bupati, gubernur dan presiden bukan orang kemarin sore datang, dia sudah punya rekam jejak yang panjang betul tidak?, anda silahkan lihat rekam jejak itu, kira-kira kalau dia mendapat tanggungjawab, dia akan mengerjakan seperti apa," kata Anies.

Selain itu Anies yang didampingi oleh Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, anggota DPD RI Instiawati Ayus, mantan Bupati Inhu Yopi Arianto dan pengurus DPP ini juga menyampaikan bagaimana dirinya mengatasi persoalan-persoalan di Jakarta, seperti pemerataan pembangunan, penetapan UMK dan lainnya.

"Jakarta salah satu kota yang memiliki kepulauan, yakni pulau seribu yang selama berkade-kade tidak pernah menjadi prioritas, lima tahun terakhir anda boleh cek, biaya hidup, kebutuhan pokok, sama dengan didaratan, kenapa? karena pasar induk Keramat Jati kita pindahkan dengan membuat namanya Jak Grosir, semua warung-warung di Kepulauan Seribu tidak perlu belanja ke daratan Jakarta, cukup disatu pulau dengan harga yang sangat murah," jelasnya.

Selain itu lanjut Anies, untuk transportasi masyarakat Kepulauan Seribu yang selama ini berbiaya mahal Pemprov DKI Jakarta memberikan kartu yang bisa digunakan untuk kapal, bus, kereta api dan angkot," Mendadak biaya hidup mereka turun, jadi kita tidak bahas status wilayah Kepulauan Seribu deri wilayah administrasi jadi otonom, jadi isi kebijakannya yang diubah," ucapnya. (kl2)