
PEKANBARU, GORIAU.COM - Anggota Komisi D DPRD Riau, Ir Noviwaldy Jusman terheran-heran saat ditanya kasus penyitaan aset Riau Air di Jl Arifin Ahmad, Pekanbaru. Pasalnya selama ini, dirinya hanya tahu kalau Riau Air sudah tidak punya aset selain tiga pesawat rusak yang diparkir di Jakarta.
''Saya tak tahu kalau Riau Air masih punya aset yang bisa disita. Selama ini laporan ke DPRD, mereka sudah tidak punya apa-apa. Gedung pun mereka numpang di gedung eks Kanwil Transmigrasi dan pesawatnya sudah diparkir di Jakarta,'' ujar Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau ini menjawab wartawan. Rabu (19/9/2012).
Dia mengatakan, sejauh ini dirinya belum mengetahui ada peristiwa penyitaan aset Riau Air di Arifin Ahmad. ''Baru tahu sekarang,'' tegasnya.
Dikatakannya, selama ini DPRD Riau khususnya Komisi B yang membidangi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), selalu kesulitan mendapatkan laporan perkembangan Riau Air. Setiap manajemen diminta laporan resmi selalu tidak diberikan.
Dijelaskan, Riau Air sebenarnya sudah tidak mendapatkan bantuan anggaran melalui APBD. Termasuk yang pernah diusulkan melalui APBDP 2012. Karena pada APBDP batal disebabkan mayoritas fraksi-fraksi menolak. ***