PEKANBARU - Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA mengunjungi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM dan Riau Creative Hub (RCH), Rabu (24/6/2026). Kunjungan ini merupakan langkah sinkronisasi program bersama Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (DisperindagkopUKM) serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau untuk menelusuri inovasi sekaligus memetakan berbagai persoalan di lapangan.

Kunjungan pertama dilakukan ke PLUT UMKM. Hendry disambut langsung oleh Kepala PLUT UMKM Provinsi Riau, Tresiana Anom Sari, ST MT beserta jajaran. Rombongan berkeliling melihat produk UMKM yang menjadi etalase utama pameran, meninjau peralatan pendukung pelaku usaha, dan menggelar forum diskusi untuk membedah tantangan sektor usaha mikro.

Tresiana menyebutkan bahwa pusat layanan ini memegang peran krusial sebagai tulang punggung pemerintah dalam mengawal pengembangan produk UMKM di Riau.

"Respon pelaku UMKM sangat baik, mereka butuh bimbingan dan pendampingan dari kita. Namun saat ini PLUT UMKM mengalami dinamika birokrasi karena para pendamping yang selama ini diangkat oleh pemerintah ditugaskan di sektor lain sehingga kesulitan dalam melakukan pembinaan," ungkap Tresiana.

Ia juga memaparkan kendala teknis lain, seperti lokasi kantor yang berada jauh dari pusat keramaian, hingga keterbatasan anggaran dan fasilitas pendukung operasional.

Mendengar hal tersebut, Hendry memastikan akan menginventarisir semua persoalan pembinaan UMKM di Riau untuk diperjuangkan sebagai materi pembahasan di Senayan.

"Kita juga mau mengusulkan beberapa PLUT UMKM di kabupaten di Provinsi Riau. Catatan dari Tresiana jadi pertimbangan agar PLUT yang akan dibentuk jauh lebih baik dari sekarang," tegas Hendry.

Usai menuntaskan diskusi di PLUT UMKM, perjalanan dilanjutkan menuju RCH yang dikelola oleh Disparekraf Provinsi Riau. Kehadiran Hendry disambut oleh Sekretaris Disparekraf, Ade Yudistira bersama tenaga ahli RCH, Rino Deza Paty dan Aditya Panji serta seluruh staf yang bertugas.

Ade mengajak rombongan meninjau beragam fasilitas ruang kreasi yang tersedia, mulai dari bioskop mini, area seni pertunjukan, mural, fotografi, studio rekaman, ruang animasi, perfilman, musik, desain fesyen, seni tari, fasilitas gim elektronik, hingga ruang seni rupa.

Menurut Ade, respons pelaku industri kreatif mulai tumbuh positif karena kehadiran komunitas yang dibina langsung oleh RCH. Beberapa hasil kreativitas bahkan telah berhasil masuk ke pasar dan berdiri secara mandiri.

"Namun, karena RCH ini masih baru, maka masih banyak fasilitas yang belum ada. Kita harapkan Hendry Munief dapat membantu mengusulkan ke Kementerian Ekraf nantinya," harap Ade.

Hendry menilai sektor ekonomi kreatif merupakan alternatif terbaik untuk mendongkrak pendapatan masyarakat dan mendorong RCH untuk tampil sebagai inkubator utama tumbuhnya industri kreatif di Riau.

"Provinsi Riau jadi satu-satunya provinsi yang memiliki creative hub. Itu diakui oleh Menteri Ekraf. Menteri juga mengakui akan memberikan perhatian penuh terhadap Riau Creative Hub karena kita akan jadi percontohan creative hub tingkat provinsi. Dan saya akan berusaha memfasilitasi Pemprov Riau dengan Kementerian Ekraf dan lainnya sehingga RCH ini makin bertumbuh dan membanggakan bagi kita bersama," urainya.

Seluruh hasil penelusuran dan aspirasi dari kedua pusat pengembangan ini dipastikan akan menjadi materi penting untuk usulan Provinsi Riau dalam penyusunan RAPBN 2027. ***