
SELATPANJANG - Belasan anak suku akit di Spija Permai Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti, Riau, belajar di bangunan bekas Musala. Bangunan itu dimanfaatkan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) KB Bina Karya.
Menurut pendiri PAUD KB Bina Karya Amirul SPd, mereka tersentuh untuk mendirikan tempat pendidikan mengingat anak-anak Spija Permai tidak banyak yang mengenyam pendidikan. Selain itu, dorongan orang tua sangatlah minim.
"Kita kasihan, anak-anak Spija Permai kurang mendapat pendidikan, ditambah motivasi dari orang tua kurang," ujar Amirul.
Kata Amirul, banyak anak-anak Spija Permai beralasan sekolah jauh (di Bokor, red) yang membuat mereka malas belajar. Kemudian, orang tua pun tidak siap harus mengantar dan menjemput anak sekolah, sebab mereka harus bekerja sehari-hari. Jarak anatara Spija dengan Bokor sekitar 3 Kilometer.
"Makanya, ada bangunan musala zaman Bengkalis, kita manfaatkan untuk PAUD. Belajarnya setiap hari, dari pukul 08.00 sampai 10.00 WIB," tambah Amirul.
Diceritakan Amirul juga, saat ini ada sekitar 17 siswa di PAUD KB Bina Karya. Tenaga pengajarnya sebanyak 4 orang. Namun, dari 17 siswa, terkadang hanya 10 orang yang datang untuk belajar.
"Minat mereka belajar sangat kurang. Bantuan dari kita juga masih kurang seperti buku, pena, dan peralatan lain. Namun, kita tidak bisa berserah begitu saja, kasihan anak-anak di Spija kalau tidak mendapatkan pendidikan," kata Amirul juga. ***