JAKARTA - Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai bakal calon ketua umum Partai Golkar pada 22 November 2019. Dia akan bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Partai Berlambang beringin pada Musyawarah Nasional (Munas) yang akan digelar 3-6 Desember 2019.

Bamsoet buka suara mengenai alasannya maju dan mencalonkan diri menjadi calon ketum Gokar. Didasari kepeduliannya terhadap para pendukungnya di internal Partai Golkar. Bamsoet menyebutkan pendukungnya telah dizalimi di internal partai.

"Saya dalam posisi yang terjepit saya sebetulnya juga tidak ingin maju tapi karena ada komitmen yang tidak dipenuhi, di mana salah satu komitmen itu adalah melakukan rekonsiliasi atas para pendukung saya dan menempatkan mereka pada posisi dan tempat (yang) sewajarnya," kata dia di Kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (26/11).

Dia menjelaskan, saat loyalisnya mendeklarasikan dukungan, ada beberapa di antara mereka yang dicopot dari posisinya yang semula di kepengurusan partai.

"Jadi pada akhirnya karena kondisi tersebut saya menyampaikan maju agar kawan-kawan saya yang terzalimi ini bisa dikembalikan lagi ke tempatnya," jelas ketua MPR itu.

Bamsoet Anggap Airlangga Sahabat

Jika terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bamsoet memastikan tidak akan mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ketua MPR. Mengingat tidak ada aturan yang mewajibkan demikian.

Mantan Ketua DPR ini kemungkinan besar akan menantang Airlangga Hartanto, Calon Ketum petahana. Meski keduanya akan bertarung, Bamsoet menegaskan posisi Airlangga sebagai sahabatnya.

"Sehingga kita tidak boleh alergi terhadap adanya kompetisi. Karena itu semua kan menandakan yang terbaiklah nanti yang kita persilakan untuk memimpin partai," ujar dia.***