
PEKANBARU, GORIAU.COM - Semakin tebal kabut asap yang menyelimuti sebagian besar daerah Riau, bukanlah akibat aktifitas kebakaran hutan dan lahan di Riau, melainkan akibat kiriman dari provinsi lain. Riau sendiri dinilai terendah dari produksi asap Sumatera.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau Akmal JS dihubungi melalui telepone selulernya, Senin (17/9/2012). ''Ini kiriman, jelas kiriman karena berdasarkan dara Satelit NOAA 18 di Riau hanya ada tujuh titik panas,'' tegasnya.
''Sementara itu di Sumatera pada kondisi hari Senin terdapat 75 titik panas. Artinya Riau hanya 10 persen karena hanya terpantau tujuh titik,'' tegas mantan Sekwan DPRD Riau ini.
Meski begitu, Akmal meminta kabupaten dan kota se-Riau tetap mengantisipasi bakal terjadinya kabut asap yang lebih besar khususnya selama penyelenggaraan PON. ''Kita tak ingin event PON ini diselimuti kabut asap,'' tegasnya.(rdc)