SELATPANJANG - Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kepulauan Meranti menargetkan hingga akhir April 2016, 60 persen lahan untuk cetak sawah baru sudah dibersihkan. Mereka melakukan percepatan untuk mempersiapkan penanaman pada bulan Agustus hingga September 2016.

Sebagaimana disampaikan Kepala DPPKP Kepulauan Meranti Yulian Norwis SE MM kepada GoRiau. Kata Yulian Norwis, saat ini sedang dilakukan land clearing di lokasi cetak sawah baru. Hingga awal April ini, sudah sekitar 360 hektar lahan tersebut dibersihkan.

"Kita upayakan akhir April ini sudah 60 persen lahan tersebut dibersihkan," ujar Yulian Norwis.

"Kita lakukan percepatan. Kalau untuk penanaman baru bisa dilakukan Bulan Agustus atau September. Di sini tidak mau menanam kalau tidak masuk musim tanam," tambah Yulian Norwis.

Dijelaskan laki-laki yang akrab dipanggil Icut ini lagi, untuk cetak sawah baru di Kepulauan Meranti seluas 1400 Ha. Lokasi ini berada di beberapa Kecamatan dan desa. Seperti di Kecamatan Tebing Tinggi Timur seluas 170 Ha, Kecamatan Pulau Merbau 50 Ha, Rangsang Barat 480 Ha dan Rangsang 350 Ha, Kecamatan Merbau 250 Ha, Kecamatan Rangsang Pesisir 100 Ha. Perkiraan produksi naik hingga 30.68 Persen.

Adapun 15 desa itu antara lain, Desa Bina Maju, Mekar Sari, Teluk Samak, Topang, Anak Setatah, Teluk Buntal, Desa Melai, Sungai Tohor, Mayang Sari, Lukit, Segomeng, Tjg. Bunga, Repan, Kedabu Rapat, Penyagun

Dengan bertambahnya 1.400 Ha lahan sawah baru ini, setidaknya untuk tahun 2016 akan ada sekitar 5.600 Ha sawah nantinya. Dari 5.600 Ha sawah, ditargetkan akan menghasilkan beras lebih dari 18.000 ton pertahun.

"Itu penanaman untuk satu kali dalam setahun. Kalau dua kali setahun, kebutuhan beras di Meranti bisa terpenuhi, tapi ini akan dipengaruhi oleh air dan keinginan dari petani itu," tambah Icut yang juga mengatakan bahwa saat ini kebutuhan beras di Meranti sekitar 26.000 ton untuk setiap tahunnya. (*/zal)