JAKARTA, GORIAU.COM - Usulan dibubarkan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) banyak menimbulkan kontroversial. Mantan Pj Gubernur Riau, Djohermansyah Djohan menegaskan, pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal keinginanya untuk membubarkan IPDN adalah ngawur. Sebab, jika pembubaran IPDN yang hanya berdasar emosional saja bisa setiap hari lembaga dibubarkan.

"Apalagi Ahok sudah usulkan ingin bubarkan kecamatan, nanti bubarkan DKI Jakarta, jangan-jangan dia bubarkan NKRI, itu cara ngawur," kata Djohermansyah Djohan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (9/9/2015)

Djohermansyah juga membantah, alasan Ahok yang menginginkan IPDN ditutup karena proses rekruitmen yang tertutup. Menurut Johermansyah, saat ini pihaknya sudah melibatkan KPK dan penggunaan teknologi komputerisasi dalam proses rekruitmen.

''Yang sekarang transparan, melibatkan KPK, dites dengan metode CAT. Rekruitmen itu sudah tidak ada lagi cara-cara tidak fair," bebernya.

Menurut Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini, sah-sah saja di zaman demokrasi Ahok mengeluarkan pernyataan tersebut. Namun, harus berdasarkan fakta. "Saya ingin ketemu langsung Ahok dan ingin mengklarifikasi apakah pernyataan itu keluar dari mulut Ahok atau hanya di media saja," katanya. (ari)