
PEKANBARU - Polisi diharapkan bisa memahami peraturan-peraturan tentang Pemilu 2019. Pemahaman itu penting agar polisi tidak salah dalam mengambil tindakan jika terjadi pelanggaran.
Demikian disampaikan Kabaharkam Polri, Komjen Pol Moechgiyarto SH, MHum pada simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di halaman Kantor Gubernur Riau, Kamis (22/11/2018).
"Polisi harus paham juga aturan Pemilu. Sehingga bisa menyikapi, misalnya penggunaan handphone di TPS, dan lain-lain. Ini perlu diperhatikan supaya tidak terjadi peluang kecurangan di TPS," ujar Moechgiyarto.
Sementara itu pada simulasi juga diperagakan pengamanan terhadap kegiatan kampanye yang dilakukan salah satu Capres Pemilu 2019, dimana disimulasikan digambarkan terjadi keributan oleh oknum masyarakat.
Merespon tindakan tersebut, Pam TPS segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas mengamankan keributan tersebut. Bersama dengan perangkat kelurahan dan juga Babinsa langsung mengambil tindakan tegas mengamankan pembuat keributan.
Juga pada simulasi pengawalan Capres Pemilu 2019, pengamanan Polda Riau membentuk iring-iringan untuk mengamankan rombongan Capres. Mulai dari vorijder, mobil Patwal, pertahanan dalam, hingga ambulan ikut dalam rombongan tersebut. ***