DURI - Masyarakat suku Sakai di Kecamatan Mandau saat ini sudah mulai maju dalam segala bidang. Mulai kehidupan sehari-hari, pendidikan, dan lain-lainnya. Namun demikian, masih ada kekhawatiran generasi muda Sakai saat ini dalam menyongsong 20-30 tahun kedepan. Apakah Sakai ini masih ada atau tidak?

Pemuda Sakai, Iwan Basri menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada Bupati Bengkalis, Amril Mukminin saat acara silaturrahmi di gedung LAMR Mandau, Jumat (16/12/2016) pagi tadi.

"Seperti yang tadi pak Bupati sampaikan, kita suku Sakai ini jangan suka meng-AKU-kan diri dimanapun berada. Itu yang menjadi kekhawatiran kami pemuda suku Sakai Riau, apakah 20 tahun kedepan Sakai itu masih ada di Duri?," kata Ibas, sapaan akrabnya.

Menurut Ibas, Duri ini merupakan daerah yang sudah diakui oleh dunia memiliki penduduk pribumi yakni Sakai. Jika melihat kemajuan kehidupan masyarakat suku Sakai saat ini, sangat jauh pada kemajuan. Untuk itu, perlu adanya Desa Adat yang nantinya akan tetap mempertahankan nilai-nilai serta budaya suku Sakai di Duri ini.

"Agar identitas daerah asli Sakai itu tidak hilang. Penting adanya Desa Adat ini. Pemerintah Bengkalis pernah membangun rumah adat Sakai beberapa tahun silam, tetapi pembangunananya tidak layak dan tidak pernah difungsikan, sehingga informasi terakhir sudah rata dengan tanah, setelah terbakar. Kalau bisa jika akan dianggarkan bangunan baru, hendaknya berada ditengah pusat Kota seperti gedung LAMR ini," sebut Ibas lagi.

Ibas juga mengampaikan apresiasi kepada Bupati Bengkalis, Amril Mukminin karena sudah memfasilitasi masyarakat suku Sakai yang ingin melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Pekanbaru dengan memberikan bantuan pendidikan dan tempat tinggal seperti asrama. *** #BENGKALIS