
PASIR PENYU, GORIAU.COM-Ketua Faksi Demokrat Indragiri Hulu Adila Ansori menolak Forum Lintas Etnis (Forlet) Kecamaan Pasir Penyu yang sudah terbentuk sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua Forlet Inhu, Rosmardi kepada wartawan, Selasa (27/8/2013).
Penolakan tersebut didasari oleh hasil rapat tim formatur pada Senin (26/8/2013) yang dihadiri 8 orang dari 11 orang anggota tim formatur yang bertempat di aula kantor UPTD Dinas Pendidikan Pasir Penyu. Dalam rapat tersebut belum diputuskan pembentukan pengurus Forlet Kecamatan Pasir Penyu, sebab rapat yang beranggedakan menerima atau menolak keberadaan Forlet Pasir Penyu hanya memutuskan, empat poin. Yaitu, 1.Forum Lintas Etnis diubah menjadi Lintas Etnik agar lebih fokus terhadap seni, budaya dan sosisal. 2. Agar diadakan secepatnya refisi draf AD/ART dengan mengadakan raker Kabupaen yang melibatkan pengurus kecamatan. 3. Forlet sejajar dengan paguyuban lainnya. 4. Foflet berkoordinasi dengan LAM sesuai dengan tingkatan masing-masing.
Setelah empat poin keputusan rapat tersebut diakomodir oleh Forlet Kabupaten Inhu, tim formatur baru akan menyetujui pembentukan Forlet Kecamatan Pasir Penyu, dengan nama Forum Lintas Etnik bukan Forum Lintas Etnis, sebut Adila Ansori Rabu (28/8/2013) di Pemaang Reba.
Untuk itu, pria yang akrab disapa Ucok ini dengan tegas menolak kepengurusan Forlet Pasir Penyu saat ini. "Ini jelas pembohongan publik yang disampikan Rosmardi, sebab saya mengetahui betul apa hasil rapat yang dilaksanakan pada Senin kemaren, karena saya hadir dalam rapat tersebut dari awal hingga akhir,'' sebutnya tegas.
Sebagai mana diketahui, dengan terbentuknya kepengurusan Forlet di Kecamatan Pasir Penyu, lengkap sudah kepengurusan forlet di seiap kecamatan di Inhu. Direncanakan, Kepengurusan Forlet di 14 Kecamatan di Inhu esok Kamis (29/8/2013), akan mengukuhkan ketua umum Forlet Inhu Agusrianto. (jef)