DUMAI - Belum selesai terkait perilaku tenaga kerja asing (tka) asal Cina yang dipekerjakan PT Paramita Bangun Sarana (PBS) di Kota Dumai, yang bercelana dalam keluar mess (tempat tinggal, red). Kali ini isunya, setiap awal bulan ada wanita penghibur yang dengan sengaja dimasukkan ke mess tersebut, untuk memuaskan hasrat seks dari tka asal Cina itu.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com, wanita penghibur ini setiap awal bulan masuk ke mess tka, dengan menggunakan tiga unit mobil. Dengan kehadiran wanita penghibur ini membuat resah masyarakat di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai Riau.

Untuk memasuki mess tka bukan hal yang mudah, ada 3 lapis penjagaan untuk bisa masuk. Tidak hanya wanita penghibur, perilaku kehidupan tka asal Cina suka mengkonsumsi minuman keras, seperti bir, terlihat dari tumpukan botol bir merk Anker yang ada di tempat sampah.

Menyikapi hal itu, Ketua Fron Pembela Islam (FPI) Kota Dumai, Azwar Djas kepada GoRiau.com mengatakan dengan tegas, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Dumai melalui instansi terkait harus melakukan sidak, sebagai pengawasan.

"Kita (FPI, red) siap mendampingi instansi tersebut saat melakukan sidak. Kalau terjadi kemaksiatan disuatu tempat, warga sekitar minimal 40 rumah keliling menanggung resikonya, menurut hadist Rasullulah," jelas Azwar, Jumat (20/5/2016).

masih dikatakannya, menurut hadist nabi, kalau nampak kemungkaran, wajib dirubah (dimusnahkan, red), dengan kekuasaan, dengan lisan atau dengan niat (hati, red).

"Kita wajib menghalau segala kemaksiatan yang terjadi disini. Ini melayu ini bukan daerah mereka sendiri, yang seenaknya melakukan hal-hal tidak baik," tutupnya.

Sementara itu Manajemen PT PBS saat dihubungi GoRiau.com, enggan membicarakan hal tersebut.***