BENGKALIS, GORIAU.COM -Peranan Kepala Desa Jangkang, Kecamatan Bantan Kamaruzzaman dilaporkan Kepala Sekolah Negeri 13 Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis ke Polisi lantaran datang marah-marah dan membawa senjata di area sekolah, Selasa (24/3/2015). Ia datang ke sekolah menemui isterinya, diduga karena masalah keluarga.
Tidak terima dengan prilaku Kades yang datang ke sekolah dengan keadaan marah- marah mengganggu aktivitas belajar mengajar, Kepsek SDN 13 Syukur melaporkan hal tersebut ke Polres Bengkalis.
Meski aksi ceroboh Kades berujung damai, prilaku tidak terpuji ini sangat tidak pantas ditunjukkan oleh seorang pemimpin. Ditambah aksinya itu membuat siswa SDN 13 trauma.
''Dia Senin kemarin ke sekolah dan hari ini datang lagi. Hubungan dia dengan sekolah memang tidak ada, namun kebetulan istri dia bekerja di sekolah, masalahnya di rumah tangga diselesaikannya di sekolah,'' ujar Syukur, Kepsek SDN 13 Bengkalis di Mapolres Bengkalis, Selasa (24/3/2015).
''Dia ke sekolah dalam suasana emosi dan membawa senjata, maka kami dari pihak sekolah merasa terganggu dan melaporkan ini ke Kodim dan Polres,'' tambahnya.
Akibat kejadian itu, kata Syukur, muridnya sedikit trauma karena prilaku amukan kades.''Tapi ini sudah kita selesaikan, kita maafkan. Kalau siswa kita jelas traumalah, begitu juga guru,'' imbuhnya seraya menyampaikan permasalah selesai dengan perdamaian.
Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Sany Handityo ketika di konfirmasi menyampaikan belum menerima laporan resmi dari Kepsek. ''Tidak jadi melapor tadi (Kepsek),'' singkatnya. (ail)