
PEKANBARU - Situasi keamanan H-2 jelang Pilkada serentak di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru masih kondusif. Senin (13/2/2017) siang, Polda Riau juga sudah mengirimkan ratusan personilnya yang di BKO-kan (Bawah Komando Operasi) ke sana.
Sejauh ini belum ada gangguan menonjol. Namun langkah antisipasi tetap diberlakukan, terutama di wilayah Lima Desa, perbatasan antara Kampar dan Kabupaten Rohul. Di sana cukup rawan konflik, terutama soal DPT (Daftar pemilih tetap).
"Di sana (Lima Desa) cukup rawan berpotensi gangguan, namun sudah kita eliminir. Menurut data ada sekitar tujuh ribu pemilih yang sudah ditetapkan masuk wilayah Kampar," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tejo.
Guntur yang diwawancarai GoRiau.com (GoNews Group) di Mapolda, Senin siang melanjutkan, guna mengantisipasi konflik, pihaknya bakal menambah kekuatan pengamanan ke sana sebanyak dua SSK (Satuan Setingkat Kompi).
"Personil tersebut kita sebar di 17 TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Lima Desa, sekaligus pengamanan sebagai antisipasi adanya perubahan eskalasi. Yang jelas sampai saat ini situasi masih aman dan terkendali," tegas Kombes Guntur Aryo Tejo.
Di luar pengamanan TPS, Polda Riau juga menstandby-kan personilnya sebagai antisipasi bilamana ada gangguan saat pemilihan nanti. Tugas mereka adalah berpatroli serta pengamanan di sejumlah objek vital dan perkantoran pemerintahan.
"Maka itu kita kerahkan BKO dari Polda untuk membantu perkuatan pengamanan, karena yang di Polres sebagian personil ada yang memberikan pelayanan. Sebagian diperbantukan juga untuk pengamanan TPS," singkat dia. ***