PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Korban keracunan makanan pesta ulang tahun di Kabupaten Pelalawan bertambah dari sebelumnya 75 kini menjadi 80 orang. Termasuk keluarga penyelenggara pesta.

"Sampai saat ini, korban yang  diduga mengalami keracunan makanan berjumlah 80 orang. Termasuk kelurga yang mengadakan kegiatan  pesta Ultah juga sedang dirawat di RS. Amalia Medika dan belum bisa dimintai keterangan," kata Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tedjo SIK, kepada wartawan, Selasa (17/9/2013).

Peristiwa keracunan massal yang menimpa warga perkebunan di PT Mitra Unggul Pusaka (PT MUP) yang merupakan anak perusahaan Asian Agri di Desa Segati Kecamatan Langgam ini, sambungnya, dimulai saat ultah anak karyawan perusahaan tersebut. Kemudian besoknya yakni hari Senin (16/9), masyarakat yang mulai merasakan sakit perut lalu muntah-muntah mulai berdatangan ke Rumah Sakit Amelia Medika.

"Korban yang keracunan pada Senin kemarin itu (16/9) semakin banyak sehingga klinik perusahan PT. MUP tidak mampu menangani pasien.Selanjutnya para korban kemudian dibawa ke Rumah  Sakit Amelia Medika Pangkalan Kerinci guna perawatan intensif," jelasnya.

Dari puluhan pasien keracunan massal itu, lanjutnya, pihak Rumah Sakit memaksa satu pasien dirujuk ke Rumah Sakit di Pekanbaru. "Satu orang korban, terpaksa dirujuk oleh pihak RS Amelia Medika, lantaran kondisinya, sudah membahayakan," tukas Kapolres.

Agar kejadian seperti ini tak terulangi lagi, masih kata Kapolres, maka pihaknya sudah melakukan beberapa tindakan. Diantaranya yakni, mengambil sampel makanan yang disajikan dalam acara ulang tahun tersebut dan kemudian akan dikirim ke balai POM Pekan baruguna meneliti kandungan zat makan yang menyebabkan keracunan.

"Iya kami sudah mengambil sampelnya, antara lain, nasi uduk, bungkusan Mie goreng spix saset, Kacang sukro dua kelinci, KentuckyFried chicken, Tic Tac snack, permen Hot hit pop, minuman gelas Cappucino," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan Asril,M.Kes pada media ini mengatakan bahwa pihak Dinas Kesehatan telah melakukan inventarisir data yakni epidemologi asal muasal dan sumber penyebab jatuhnya korban di kawasan perkebunan Desa SegatiKecamatan Langgam tempat berdomisi warga.

"Kalau penyelidikan memang langsung ditangani pihak kepolisian seperti mengirimkan sample ke Balai POM Pekanbaru. Pihak DinkesProvinsi Riau pada hari ini sudah turun ke Desa Segati Langgam untuk menelusuri masalah ini guna mencari tahu asal muasal penyebabkejadian ini. Dan kita juga akan terus memantau perkembangan ke 80 korban yang diduga keracunan makanan ini dan sedang dirawatintensif di Rumah Sakit Amelia Medika Pangkalan Kerinci," tutupnya.(ilm)