PINGGIR, GORIAU.COM - 75 orang nelayan Desa Balai Pungut Kecamatan Pinggir Bengkalis menerima sagu hati dari PT Pembangunan Perumahan (PT PP), salah satu perusahaan yang membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG). Sagu hati tersebut diberikan karena pada (12/2/2013) lalu saat terjadi kerusakan lukah (alat tangkap ikan tradisional red) para nelayan yang sedang dipasang di tepi sungai sementara pihak perusahaan membawa mesin untuk proyek tersebut melalui sungai Mandau dengan menggunakan ponton.

Hadir dalam acara singkat sore itu di antaranya Ketua BPD Desa Balai Pungut Khalifah Darwis, Camat Pinggir diwakili oleh Sutrisno, pengurus Himadasar dan juga M Ikhsan perwakilan dari perusahaan. “Awalnya kita menerima pengaduan dari masyarakat tentang kerusakan lukah tersebut. Setelah itu kita melakukan mediasi kepada pihak perusahaan, selanjutnya pihak perusahaan merespon dan memberikan sagu hati terhadap 75 warga yang mengalami kerusakan lukah,” terang M Jerry, pembina Himpunan Mahasiswa dan Sarjana (Himadasar) Desa Balaipungut, sebelum penyeraan sagu hati.

Sebanyak 75 warga nelayan tersebut 40 orang termasuk kategori mengalami kerusakan berat dengan nilai sagu hati sebesar Rp1.250.000 dan 35 orang mengalami kerusakan sedang dihargai sebesar Rp750.000. “Kita harapkan sagu hati yang diserahkan oleh pihak perusahaan dapat membantu nelayan,hingga beberapa hari kedepan menunggu dapat memiliki lukah yang baru,” terang M Jerry Sakai yang mengakui Himadasar menjadi mediator terhadap perusahaan.

Menurut M Ikhsan selaku menagement kebijakan perusahaan menggunakan jalur air untuk membawa peralatan mengingat volume mesin yang dibawa sangat berat. Sehingga tidak memungkinkan untuk diangkut melalui darat. “Salah satunya adalah melalui Sungai Mandau dan terjadinya kerusakan lukah tersebut bukanlah faktor kesengajaan kita. Kiranya kedapan terjadi komunikasi yang harmonis antara pihak perusahaan dengan masyarakat sekitar Desa Balaipungut,” terang M Ikhsan, Sektretaris Manager PT PP. (jpr )