
DUMAI, GORIAU.COM - Sebanyak 529 penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kls II B Dumai sebulan sekali mendapatkan sosialisasi bahaya penyakit HIV dan AIDS. Meski over kapasitas mencapai 306.6 persen atau sekitar 3 kali lipat dari total penghuni lapas upaya ini tetap dilakukan agar penyebaran virus berbahaya ini bisa diperkecil.
Kepala Rutan Kls II B Dumai, Martin kepada GoRiau.com, Selasa (17/12/2013) menyebutkan, dalam sosialisasi ini, pihaknya melibatkan Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk kegiatan streaming serta sosialisasi.
''Kita berikan pemahaman terhadap indikator yang bisa memicu penyakit menular seperti HIV / AIDS, baik dari penggunaan jarum suntik, seks, dan penggunaan jarum seperti pembuatan tato serta bros gigi dan lain sebagainya,'' ujarnya.
Diungkapkan Martin, kegiatan sosialisasi dan streaming tersebut setiap bulannya dilakukan untuk pendeteksian terhadap penghuni rtan yang terjangkit penyakit. Sementara untuk yang positif virus HIV/AIDS tidak dapat diberitahukan karena bersifatnya rahasia.
"Saya saja selaku kepala lapas, tidak tahu siapa penghuni Rutan yang positif HIV/AIDS, apakah ada atau tidak," ungkapnya.
Disamping melakukan sosialisasi, dan streaming, pihak Rutan juga melakukan pengawasan terhadap penyakit menular , dan gencar melakukan perbaikan untuk menjaga kesehatan Rutan agar para penghuni terhindar dari penyakit menular," ujarnya. (egy)