RENGAT, GORIAU.COM - Sedikitnya 36 warga dari sembilan keluarga di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Indragrii Hulu, Riau, terpaksa diungsikan karena banjir melanda kampung tersebut. Rumah mereka terendam dan tak bisa digunakan akibat memenuhi lantai dan tak bisa beraktifitas.
<Kepala Desa Talang Jerinjing, Edi Prayitno saat dihubungi wartawan, Minggu (2/12/2012) mengakui kalau ada warganya yang saat ini tinggal di pengungsian karena rumah mereka tidak bisa digunakan. Kondisi ini, menurutnya, akibat hujan dan meluapkanya air sungai Indragiri yang mengakibatkan kampung tersebut terendam. ''Mereka yang sekarang mengungsi berasal dari Dusun V, Desa Talang Jerinjing. Mereka diungsikan sementara di Kantor Desa yang kebetulan berada di tempat yang tinggi,'' jelasnya.Edi juga menjelaskan, saat ini air sudah mulai surut, namun warga belum bisa pulang karena rumah mereka masih digenangi air, selain itu, mereka tetap waspada terhadap banjir yang bisa tiba-tiba. “Banjir memang sudah mulai surut, tetapi warga yang mengungsi belum kembali ke rumahnya di Dusun V karena curah hujan masih tinggi, sehingga sewaktu-waktu air bisa kembali naik. Apalagi warga juga belum bisa beraktivitas di rumahnya,” ungkapnya.Edi juga mengungkapkan, sejauh ini bantuan untuk korban banjir yang mengungsi di Balai Desa Talang Jerinjing terus berdatangan, baik dari Satlak PBPP Inhu maupun dari perusahaan di sekitar Desa Talang Jerinjing seperti PT Alam Sari dan PT Talang Jerinjing Sawit. “Sejauh ini bantuan untuk pengungsi cukup,” jelasnya.Sebelumnya diberitakan, tidak hanya di Desa Talang Jerinjing, sebanyak 2.452 jiwa dari 615 kepala keluarga di Kecamatan Batang Gangsal juga sudah mengungsi ke rumah keluarga namun saat ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing. di Desa Penyaguan, Ringin dan Belimbing.Dijelaskan, selain menenggelamkan pemukiman penduduk dengan ketinggian mencapai 1 meter, banjir juga meluluhlantakkan lahan pertanian sehingga memutuskan mata pencaharian warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani. (wsr)