BAGANSIAPIAPI - Sebanyak 31 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Tarbiyatul Islamiyah dibawah naungan Yayasan Chalifah Rozali Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir resmi menamatkan pendidikannya. Momen kelulusan ini ditandai dengan prosesi Khatam Al-Qur'an yang penuh haru dan kebanggaan, Minggu (25/6/2026).

Rangkaian perayaan kelulusan dimulai sejak pagi hari. Para santri yang didampingi oleh dewan guru tampak antusias mengikuti pawai ta'aruf. Iring-iringan pawai ini menyusuri sejumlah jalan utama, mulai dari Jalan Madrasah, Jalan Bahagia, Jalan Pahlawan, Jalan Selamat, hingga kembali berakhir di titik kumpul awal. Sepanjang rute, masyarakat setempat memberikan sambutan hangat dan meriah saat barisan pawai melintas.

Setelah pawai selesai, kegiatan berlanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an secara bergantian oleh para peserta khatam. Suasana khusyuk sangat terasa di lokasi acara yang turut disaksikan langsung oleh para orang tua, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.

Sebagai tradisi ungkapan rasa syukur, para santri juga mengikuti prosesi tepuk tepung tawar. Ritual ini menjadi simbol doa dan harapan agar seluruh lulusan senantiasa mendapat keberkahan serta mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari ke dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan istimewa ini, pihak madrasah tidak lupa menyerahkan penghargaan khusus kepada sejumlah santri berprestasi. Penyerahan apresiasi ini merupakan bentuk dukungan atas dedikasi dan semangat belajar mereka selama menempuh pendidikan di MDTA Tarbiyatul Islamiyah.

Ketua Yayasan Chalifah Rozali, Encik Elmi Idris mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara pelepasan santri tahun ini. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para guru dan orang tua yang telah bahu-membahu membimbing generasi muda untuk terus mencintai ilmu agama.

"Khatam Al-Qur'an bukan akhir proses belajar, melainkan awal untuk terus mendalami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap santri dapat tumbuh jadi generasi berakhlakul karimah, berbakti kepada orang tua, beradab, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara," papar Ketua Yayasan Chalifah Rozali, Encik Elmi Idris.

"Jagalah adab, baru berilmu," tambahnya.

Di akhir sambutannya, Encik Elmi Idris berpesan agar para lulusan terus memupuk kecintaan terhadap kitab suci Al-Qur'an. Generasi yang berilmu, beriman, dan memiliki akhlak mulia diyakini akan memberikan dampak positif yang besar bagi lingkungan sekitarnya. ***