JAKARTA - Upaya pemulihan pembangkit listrik berkapasitas 100 megawatt (MW) yang menjadi penopang operasional lapangan minyak Rokan menunjukkan perkembangan signifikan. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto memastikan tahapan kritis perbaikan generator di fasilitas PLN MCTN telah berhasil diselesaikan dengan hasil melampaui target teknis yang ditetapkan.

Proses perbaikan selama ini berfokus pada keseimbangan rotor turbin gas dan kompresor yang merupakan komponen utama pembangkit. Target toleransi deviasi maksimum sebesar 0,05 milimeter berhasil dicapai dengan hasil yang jauh lebih baik, yakni berada di kisaran 0,03 hingga 0,04 milimeter.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa titik kritis perbaikan telah terlewati dan pekerjaan utama dapat dinyatakan selesai," ungkap Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto memberikan keterangan, Kamis (11/6/2026).

Menyusul keberhasilan tersebut, tahapan selanjutnya memasuki persiapan pengangkutan peralatan dari bengkel kerja PT Sulzer di Purwakarta menuju lokasi pembangkit di Riau. Tim dari ASDP dijadwalkan melakukan pengukuran dimensi rotor dan kompresor untuk memastikan kesiapan pengepakan sekaligus mengurus perizinan transportasi darat dan laut.

Pengukuran ini menjadi langkah penting dalam kelancaran proses logistik. Komponen yang akan dikirim memiliki ukuran sangat besar sehingga memerlukan penanganan khusus selama perjalanan menggunakan kapal Ro-Ro.

Sembari menunggu terbitnya izin angkut, para teknisi PT Sulzer terus melaksanakan serangkaian pekerjaan penyempurnaan akhir. Tahapan ini meliputi pemolesan poros rotor, kompresor, serta bilah-bilah turbin agar performanya kembali optimal.

Seluruh komponen kemudian dibersihkan menggunakan gas nitrogen sebelum dikemas rapat dengan metode vakum. Langkah kehati-hatian ini bertujuan menjaga kualitas alat dan mencegah kontaminasi selama masa pengiriman.

"Harapannya seluruh rangkaian pekerjaan berjalan lancar sehingga peralatan dapat diberangkatkan ke lokasi PLN MCTN di Riau pada pekan depan," urainya.

Di luar urusan teknis, SKK Migas terus memantau perkembangan harian secara intensif meski perbaikan berada dalam ranah ketenagalistrikan. Langkah strategis ini diambil karena pembangkit listrik 100 MW tersebut memegang peran krusial bagi kelangsungan produksi minyak nasional.

Pasokan listrik tersebut menjadi sumber tenaga utama untuk mengoperasikan pompa angguk di lapangan minyak Rokan. Berhentinya operasional pembangkit akibat gangguan beberapa waktu lalu menyebabkan sejumlah sumur minyak tidak dapat beroperasi dan berdampak langsung pada tingkat produksi.

Dengan rampungnya perbaikan dan dimulainya proses pengiriman peralatan, jalan untuk menghidupkan kembali sumur-sumur minyak yang sempat terhenti kini semakin terbuka lebar. Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, pasokan listrik akan segera pulih untuk mengembalikan kapasitas produksi wilayah kerja Rokan secara maksimal. ***