
PEKANBARU - Satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mendeteksi kemunculan belasan titik panas atau hotspot yang tersebar di tujuh kawasan Provinsi Riau, Minggu (14/6/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy menyebutkan bahwa belasan titik api tersebut berada pada tingkat kepercayaan menengah atau sedang. Keadaan ini mengharuskan adanya pemantauan lanjutan guna memastikan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara langsung di lapangan.
"Total hotspot di wilayah Riau terpantau sebanyak 11 titik," ungkapnya.
Sebaran titik panas tersebut merata di beberapa daerah rawan. Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir masing-masing menyumbang dua titik. Sedangkan Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, serta Kota Dumai masing-masing terdeteksi satu titik api.
Jika ditarik lebih luas ke lingkup Pulau Sumatera, jumlah hotspot melonjak tajam mencapai 143 titik. Provinsi Bangka Belitung memimpin dengan catatan 49 titik, disusul Sumatera Selatan 39 titik, dan Jambi 21 titik.
"Provinsi lain seperti Sumatera Utara juga menyumbang delapan titik, Lampung dan Sumatera Barat masing-masing lima titik, Aceh empat titik, serta Bengkulu satu titik," tambahnya.
Melihat kondisi tersebut, kewaspadaan ekstra terhadap potensi karhutla menjadi langkah preventif paling vital. Seluruh lapisan masyarakat beserta instansi terkait diimbau untuk tidak lengah, terutama bagi wilayah yang sudah masuk dalam radar pantauan satelit udara. ***