
SELATPANJANG – Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzammil Baharudin, SM, MM, melantik dan mengambil sumpah 24 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (17/12/2025), di Aula Kantor Bupati Selatpanjang. Pelantikan tersebut mencakup 1 Pejabat Tinggi Pratama, 14 Pejabat Administrator, dan 9 Pejabat Pengawas, sebagai bagian dari penguatan kinerja birokrasi menjelang penutupan tahun anggaran.
Dalam sambutannya, Wabup Muzammil menyampaikan ucapan selamat sekaligus peringatan tegas kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa jabatan bukanlah hadiah yang layak dirayakan berlebihan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan tuhan yang maha esa.
"Kursi jabatan itu sejatinya panas, namun sering kali membuat orang yang duduk di atasnya lupa untuk berdiri," ujar Muzammil dengan nada reflektif.
Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan terletak pada empuknya kursi jabatan, melainkan pada seberapa besar perubahan dan manfaat nyata yang mampu dihadirkan selama masa pengabdian.
"Kami tidak butuh pejabat yang hanya pandai mengangguk dan berkata ‘siap’. Kami butuh pejabat yang mampu memberi solusi saat anggaran terbatas, tetap ramah saat melayani, dan tetap jujur meski tidak diawasi," tegasnya.
Muzammil juga menyoroti pelantikan yang berlangsung di penghujung tahun anggaran, yang menurutnya menuntut tanggung jawab administrasi lebih besar. Kepada pejabat lama, ia mengingatkan agar tidak meninggalkan persoalan administrasi kepada pengganti. Seluruh laporan fisik, keuangan, serta dokumen pertanggungjawaban diminta untuk diselesaikan atau setidaknya siap diaudit.
Sementara itu, pejabat baru diminta segera melakukan inventarisasi, mempelajari posisi anggaran, serta memetakan pekerjaan yang belum terselesaikan agar tidak terjadi stagnasi program.
"Kita berada di perahu yang sama. Jika satu bagian bocor, kita semua akan tenggelam," katanya.
Lebih lanjut, Wabup Muzamil menegaskan kepada seluruh OPD agar tidak melindungi bawahan yang kinerjanya justru menghambat organisasi. Evaluasi kinerja akan dilakukan, dan apabila dalam enam bulan ke depan tidak terlihat progres signifikan atau laporan akhir tahun bermasalah akibat lemahnya manajerial, maka langkah tegas akan diambil.
Menutup arahannya, Muzammil meminta agar proses serah terima jabatan dipercepat dan dilakukan secara detail dan transparan.
"Kami tidak ingin ada pekerjaan yang mangkrak atau laporan yang macet hanya karena adaptasi yang terlalu lama. Prestasi terlihat dari pembangunan, tetapi integritas terlihat dari laporan pertanggungjawaban," pungkasnya. ***