TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat kecewa dengan Pemerintah Kabupaten Inhil, pasalnya setahun sudah Pemerintahan berjalan, belum terlihat adanya bukti nyata terhadap kesejahteraan yang dirasakan terutama bagi para petani.

Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Fraksi Gerakan Bintang Amanat Keadilan (GBAK), Asnawi saat penyampaian tanggapan fraksi terhadap pidato pengantar Bupati Inhil, dikatakan Asnawi hal ini terbukti, dengan kegagalan pelaksanaan proyek tanggul di Tahun 2014 ini, padahal masyarakat kususnya petani bergantung hidup dari penghasilan kelapa, namun akibat tidak adanya tanggul membuat kebun kelapa masyarakat rusak tergerus air laut.

''Ketika mencalonkan diri pada Pemilukada tahun 2013 lalu, diforum yang terhormat ini, Bupati menyampaikan visi dan misi akan menyiapkan exsapator satu kecamatan satu unit untuk membangun tanggul dan normalisasi parit, satu desa Rp1,2 miliar,'' ujar Asnawi.

Ditambahkan dia, ternyata semua itu hanya janji belaka, hal itu terbukti hingga hari ini, Bupati tidak membangun tanggul dan menggali sungai yang dimaksud sejengkalpun, padahal menurutnya anggaran yang ada sudah jelas tersedia.

''Pemerintah lebih suka anggaran tahun 2014 menjadi Silpa dari pada diperuntukan untuk masyarakat,'' tukasnya.

Jika dicermati, dikatakan anggota komisi III ini, kondisi di kecamatan bagian utara dan selatan akan merasakan penderitaan yang cukup memprihatinkan, karena perkebunan masyarakat akan digenangi air laut.

''Ini tidak lain tidak bukan, karena Pemerintah tidak mau melaksanakan pembangunan tanggul. Kami berharap tahun 2015 ini, hal itu menjadi perhatian serius bagi saudara Bupati,'' tutup Asnawi.(ayu)