
PEKANBARU, GORIAU.COM - 20 ribuan simpatisan dari Hizbut tahrir Indonesia (HTI) Riau, tumpah ruah ke jalan dan melakukan longmarch, Minggu (10/5/2015) siang. Agenda ini adalah merupakan kelanjutan rapat dan pawai akbar, sebagai aksi menolak penjajahan oleh kaum neo imperialisme dan neo liberalisme.
Dimulai dari kawasan masjid Agung Annur, puluhan ribu orang melakukan longmarch menuju jalan Gatot Subroto, jalan Sudirman, jalan Gajahmada, jalan Diponegoro dan kembali ke masjid Annur. Longmarch ini untuk menyampaikan syiar dan ajakan agar masyarakat bersama-sama melawan paham neo imperialisme dan neo liberalisme.
"Kegiatan ini serentak di 36 kota termasuk Pekanbaru. Untuk Riau, simpatisan HTI datang dari hampir seluruh kabupaten. Kita longmarch untuk menyampaikan pesan sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia terancam neo liberalisme dan Neo imperialisme," kata Ketua HTI Riau, Ustad Muhammadun.
Akibat masuknya kedua paham ini, sambungnya, Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia dikuras pihak asing, sehingga harga melonjak naik dan membuat seluruh masyarakat sengsara. Ini sebagai bukti adanya ketidakberesan yang terjadi di Indonesia.
"Sebagai wujud tanggungjawab sekaligus bagian dari Indonesia, makanya kami mengajak untuk bersama-sama mengambil langkah penyelamatan, karena kita punya hak menentukan arah Indonesia," tegasnya.
Untuk itu, HTI Riau bersama 36 kota lainnya sepakat untuk membendung paham ini, dengan bersama-sama menegakkan khilafah, dan menyiarkan solusi dari setiap kerusakan. "Solusinya yaitu Islam, dalam bentuk tatanan negara khilafah. Hanya dengn syariat Islam maka Indonesia bisa diselamatkan," tukasnya.
Pantauan GoRiau.com, puluhan ribu simpatisan HTI ini longmarch dengan membawa berbagai macam spanduk himbauan. Mereka mayoritas mengenakan baju hitam-hitam, yang didominasi oleh kaum ibu dan perempuan, lengkap dengan atribut HTI.
Untuk mengamankan aksi tersebut, kepolisian menurunkan 50 personil dari beberapa unit dan satuan, yang dibantu oleh pasukan dari Polresta Pekanbaru. "Kita Polsek Pekanbaru Kota menurunkan total 50 personil yang dibantu Polresta Pekanbaru. Sejauh ini masih berjalan dengan kondusif. Hanya dibeberapa titik, kemacetan sempat terjadi, namun sudah diantisipasi," terang Kapolsek Pekanbaru Kota, Kompol Dhana Ananda S. (had)