
PEKANBARU, GORIAU.COM - Manajer PSPS mengaku kecewa dengan pembekuan PSSI dan penghentian baik liga profesional maupun Divisi Utama Indonesia oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI.
Kebijakan tersebut tentu saja merugikan seluruh tim yang telah menyiapkan diri sejak jauh waktu untuk bersiap turun ke kompetisi sepenuhnya, tidak terkecuali PSPS Riau.
Manajer PSPS, Zulkifli Nasution mengaku pihaknya sudah menggelontorkan dana hampir Rp800 juta untuk menyiapkan tim menghadapi kompetisi 2015 ini. "Sudah banyak dana yang kita kucurkan, sejak seleksi tim hingga hampir bergulirnya kompetisi," kata Zulkifli.
Dana sebanyak itu dikucurkan untuk pengadaan jersey pemain, seleksi, biaya latihan, biaya berbagai ujicoba dan juga gaji pemain. Sejak pemain dikontrak, Zulkifli mengklaim gaji pemain PSPS memang tidak pernah terlambat.
Ditambah lagi dana dari donatur dipastikan terhenti karena kompetisi juga sudah dihentikan. Padahal, rencananya, dana donatur ini juga untuk menggantikan dana yang sudah dikeluarkan. "Mau bilang apa lagi," keluhnya.
Lantas, bagaimana nasib PSPS ke depan jika kompetisi tidak menemui kejelasan apakah atau kapan akan digelar lagi? Zulkifli mengaku akan bertemu dengan seluruh pihak terkait pada Senin (11/5/2015) besok.
"Senin kita akan kumpul. Secara resmi akan kita bubarkam skuad dan Panpel musim ini. Di situ akan ada pengurus, manajemen, panpel, pemain, jajaran pelatih dan lainnya," kata Zulkifli.***