PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama PLN terus berupaya keras untuk mewujudkan program Riau Terang 2019. Awal tahun 2018 ini saja, pemerintah akhirnya bisa melistriki sebanyak 19 desa pelosok yang terdapat di enam kabupaten di Provinsi Riau. Yaitu, sebanyak 13 desa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dua desa di Rokan Hulu (Rohul), dan masing-masing satu desa di Siak, Bengkalis, Kampar, dan Kepulauan Meranti.

General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), M Irwansyah Putra mengatakan, bahwa total keseluruhan desa yang sudah dialiri listrik di Riau sebanyak 1.625 desa dari 1.835 desa. Dengan demikian, masih ada sebanyak 210 desa lagi yang akan digesa untuk dialiri listrik.

"Khusus di Kabupaten Inhil hingga saat ini desa yang sudah dialiri listrik sebanyak 120 desa dari 210 desa, yakni tersisa 90 desa lagi," kata Irwan di Kecamatan Batang Tuaka, Inhil, Riau, Senin (29/1/2018).

Pada kesempatan ini juga, Irwan memohon doa maupun dukungan dari pemerintah dan masyarakat supaya target melistriki desa di Inhil dapat segera dituntaskan.

"Perjuangannya luar biasa bapak-ibu. Untuk memindahkan tiangnya saja memakan waktu yang lama karena diangkut menggunakan pompong. Memakan waktu hingga 45 hari untuk memindahkan 1.500 tiang dari sungai ke lokasi 13 desa di tujuh kecamatan. Makanya kami memohon doa dan dukungannya," kata Irwan lagi.

Sementara itu, Gubernur Riau (Gubri), Arsyadjuliandi Rachman yang datang langsung untuk peresmian listrik masuk desa di Batang Tuaka Inhil ini pun mengucapkan terima kasih kepada PLN. Orang nomor satu di Riau ini mengapresiasi PLN karena dianggap telah berusaha keras mengalirkan listrik untuk menyukseskan program Riau Terang 2019 ke desa-desa pelosok tersebut.

"Setelah yang 19 desa ini dialiri listrik, PR kita masih 90 desa lagi yang harus dipercepat realisasi program Riau Terang. Mari kita berdoa dan berjuang bersama," kata Gubri yang akrab disapa Andi Rachman tersebut.

Diakhir sambutannya, Gubri yang didampingi General Manager PLN WRKR, dan Bupati Inhil, HM Wardan itu pun secara simbolis melakukan penekanan tombol sebagai tanda telah diresmikannya aliran listrik melakukan penekanan tombol sebagai tanda telah diresmikannya aliran listrik PLN yang selama ini telah didambakan oleh masyarakat di sana.

"Dulu listrik di sini hidupnya hanya enam jam, sekarang sudah nyala 24 jam bapak-ibu. Tolong dimanfaatkan dengan baik, daerahnya harus maju dan lebih berkembang," pesan Gubri. ***