
PEKANBARU - Menkopolhukam RI, Luhut Binsar Panjaitan, memberikan apresiasi penuh terhadap TNI dan Polri dalam upaya penanggulangan sekaligus antisipasi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Provinsi Riau.
Di Riau, kerjasama dua instansi vertikal ini dinilai Luhut sangat baik dan optimal. "Mereka sudah bekerja memadamkan api dan kemajuannya bagus. Ini sebagai upaya dini antisipasi bencana asap yang ditimbulkan oleh kebakaran," terangnya.
Yang perlu diwaspadai, kata Luhut, adalah potensi Karlahut yang juga mengancam sebagian wilayah Kalimantan. "Ya, kita waspadai sekarang adalah daerah Kalimantan Timur. Di sana juga ada potensinya, secepatnya harus dilakukan antisipasi sebelum berdampak buruk," katanya.
Kasus Karlahut ini, turut menjadi perhatian serius Menkopolhukam RI, mengingat dampak kerugiannya sangat besar. Sebab itu, tidak ada toleransi bagi mereka yang terlibat pembakaran. "Semua harus punya peran mencegahnya, mulai dari desa sampai ke pusat harus sama-sama maksimal," pungkas Luhut.
Sejak Januari sampai hari ini, Polda Riau dan jajaran sudah mengamankan 13 orang terduga sebagai pelaku pembakar lahan, dimana tiga tersangka diamankan Polres Dumai, empat tersangka di Polres Rohil, dua tersangka di Polres Inhu dan sisanya ditangkap oleh Polres Bengkalis.
"Kesemuanya tertangkap tangan saat sedang membakar lahan. Rata-rata mereka ini perorangan yang berprofesi sebagai petani kebun. Itu sebagai langkah preventif kita (polisi) untuk mencegah kebakaran lahan," sebut Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.
Kepada GoRiau.com, AKBP Guntur mengatakan, selain menangkap pelaku pembakar lahan, pihaknya juga tengah disibukkan dengan pembuatan sekat kanal agar lahan gambut tetap lembab saat musim kemarau. "Sudah 300-an lebih kita buat di lokasi rawan," tutupnya. ***