PEKANBARU - Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menjadi bom waktu bagi Provinsi Riau. Di tengah fluktuasi cuaca harian, pantauan satelit justru menangkap sinyal bahaya berupa kemunculan 11 titik panas (hotspot) yang tersebar di enam wilayah kabupaten dan kota, Rabu (3/6/2026).

Angka ini berkontribusi langsung pada lonjakan titik panas di Pulau Sumatera yang kini menembus 117 titik. Data yang terekam hingga menjelang pergantian hari ini menjadi indikator kuat bahwa sebagian lahan di pesisir Sumatera mulai mengering dan rawan terbakar.

"Provinsi Riau menyumbang 11 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten," ungkap Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir P.

Rokan Hilir Jadi Sorotan Utama

Kabupaten Rokan Hilir harus segera melipatgandakan patroli lapangan karena wilayah ini mendominasi temuan satelit. Pemetaan distribusi titik panas di Riau menunjukkan pola penyebaran yang perlu diantisipasi sejak dini.

Berikut rincian lokasi kemunculan hotspot di Bumi Lancang Kuning:

  • Rokan Hilir: 4 titik (Tertinggi di Riau)
  • Bengkalis: 2 titik
  • Kuantan Singingi: 2 titik
  • Rokan Hulu: 1 titik
  • Indragiri Hulu: 1 titik
  • Kota Dumai: 1 titik

"Jumlah hotspot di Riau tersebut masih perlu diwaspadai sebagai indikator potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memasuki musim kemarau," tambahnya.

Deteksi dini ini menjadi peringatan keras bagi otoritas terkait dan perusahaan perkebunan. Meski beberapa wilayah Riau masih memiliki potensi diguyur hujan ringan hingga sedang pada waktu tertentu, suhu udara yang dapat menyentuh 34 derajat Celsius di siang hari sangat rentan memicu api kecil membesar tak terkendali di areal gambut dan semak belukar. ***