PEKANBARU - Anomali menarik terjadi pada sektor pariwisata Provinsi Riau pertengahan tahun ini. Di saat grafik kedatangan turis asing merosot 7,43 persen, tingkat hunian hotel berbintang justru merangkak naik mematahkan kekhawatiran pelaku usaha.

Kamar-kamar penginapan mewah tetap padat terisi meski puncak libur Lebaran telah usai. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang sukses menyentuh angka 45,49 persen, atau naik 5,24 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi menyebut fenomena fluktuasi kedatangan turis sebesar 25.462 orang pada April 2026 ini sebagai siklus yang sangat normal.

"Meski terjadi penurunan bulanan, tren tahunan menunjukkan kinerja positif sektor pariwisata Riau masih terjaga dengan dukungan dominasi wisatawan asal negara tetangga dan peningkatan aktivitas perhotelan," tegasnya, Selasa (2/6/2026).

Berkah Tersembunyi Bagi Perhotelan

Penurunan jumlah kepala pelancong tidak berbanding lurus dengan kemerosotan pendapatan industri hospitality lokal. Fakta di lapangan menunjukkan kualitas belanja dan durasi menginap wisatawan justru membaik.

  • Kuasai Pasar Premium: Peningkatan keterisian paling tinggi terjadi pada hotel bintang 4 yang meroket hingga 53,97 persen.
  • Waktu Tinggal Bertambah: Rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT) mengalami peningkatan tipis menjadi 1,28 malam, menandakan turis menghabiskan waktu lebih lama di Riau.
  • Kekuatan Data Seluler: Menariknya, sistem deteksi Mobile Positioning Data (MPD) berhasil melacak 20.755 kunjungan wisman di kawasan pesisir Kabupaten Bengkalis yang menyumbang perputaran ekonomi pesisir.

Data tersebut mengukuhkan posisi Riau yang kini tidak lagi sekadar menjadi pintu transit, melainkan mulai diperhitungkan sebagai destinasi bisnis dan rekreasi utama bagi negara-negara serumpun. ***