GORIAU.COM - Foto-foto balita yang diperlakukan seperti binatang membuat pengguna media sosial di dunia geram. Foto-foto tak manusiawi itu pertama kali diunggah ke laman Facebook oleh akun Ayra Dela Cruz Francisco.

Dalam foto yang beredar itu terlihat balita laki-laki itu lehernya diikat dengan tali. Dipaksa makan dari wadah yang diletakkan di lantai. Bahkan, dalam sebuah foto bayi itu terlihat diinjak.

Pengunggah foto itu tak lain adalah ibunda sang balita. Dalam foto yang diunggah itu, ibu berusia 23 tahun ini menggambarkan putranya sebagai anjing peliharaan baru.

Jelas saja, ulah ini membuat pengguna media sosal marah. Berbagai hujatan dilontarkan untuk pemilik akun Ayra Dela Cruz Francisco. Tak hanya dari Filipina, pengguna media sosial dari berbagai negara juga turut prihatin dengan perlakuan ini.

Foto-foto itu membuat pembela hak anak-anak, sekaligus pendiri Nolonger Victim, Lurleen Hilliard, merasa prihatin. Setelah melihat foto-foto itu, dia berselancar ke dunia maya untuk mendapat informasi lengkap.

"Sejak awal saya marah dan darah saya benar-benar mendidih. Ini tidak bisa ditolerir," kata Hilliard sebagaimana dikutip Dream dari Daily Mail.

Setelah dihujat banyak pengguna media sosial, ibu balita itu akhirnya buka suara. Dia meminta maaf dan meminta publik tak menghakiminya. "Dia satu-satunya dan anak pertama saya, itu mengapa dia sangat istimewa," kata sang bunda sebagaimana dikutip Dream dari Kicker Daily.

Perempuan itu mengaku sebenarnya sangat perhatian pada putranya. Perempuan ini juga dibela oleh sang suami, yang juga ayah balita dalam foto itu. Dia mengatakan bahwa istrinya adalah orang baik.

Meski sang ibu sudah meminta maaf, dan mendapat pembelaan dari sang suami, bukan berarti perempuan itu bisa lepas dari jerat sanksi. Sekretaris Departemen Pembangunan dan Kesejahteraan Filipina (DSWD), Dinky Soliman, mengatakan permohonan maaf itu tak cukup.

Menurut Soliman, ibu balita itu telah melanggar hukum. Soliman menyeru kepada masyarakat Filipina untuk berhenti menyebarkan foto yang memprihatinkan itu ke media sosial. Sebab, foto yang sudah disebar lebih dari 28 ribu kali itu dikhawatirkan bisa mempengaruhi perkembangan anak tersebut saat dewasa nanti.***