KENDAL, GORIAU.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyayangkan kasus meninggalnya siswi SD Negeri 2 Sari rejo Kaliwungu yang diduga akibat dipukul teman sekelasnya, Kamis (29/10).

Disdik Kabupaten Kendal, meminta kepada kalangan pendidik untuk memantau perilaku siswa dan menekankan nilai kasih sayang kepada siswa agar kejadian kekerasan siswa ini tidak terulang.

"Ini kejadian luar biasa dan Disdik menyayangkan kasus kekerasan anak yang terjadi di lingkungan sekolah serta luput dari perhatian guru dan kepala sekolah. Meski penyebab kematian korban belum tentu akibat pemukulan, namun aksi kekerasan di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian guru dan kalangan pendidik lainnya," kata Kadisdik Kendal Muryono saat mendatangi rumah duka Mila Ameliadi kampung Karangsari Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Jumat (30/10) pagi.

Muryono ditemui Nasikhin dan Umi Kalsum orangtua korban. Dalam kesempatan itu, Kadiknas memberikan santunan kepada orangtua dan memintanya untuk ikhlas dan tabah atas kejadian tersebut.

Muryono berpesan agar silaturahmi dengan keluarga pelaku tetap dijaga karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Muryono mengatakan, sekolah seharusnya bisa memantau perkembangan anak.

"Ibarat pohon, satu helai daun jatuh harus diketahui karena menyangkut perkembangan pohon itu sendiri," imbuh Muryono.

Dia menambahkan, sekolah seharusnya tidak menekankan kepada kompetensi siswa dalam belajar, namun juga mengajarkan kasih sayang. Selain mendatangi rumah duka, Kadisdik juga menyambangi SD Negeri 2 Sarirejo untuk mendengarkan keterangan dari guru dan kepala sekolah terkait kasus tersebut.

Muryono juga memberikan pengarahan kepada siswa kelas enam untuk mengedepankan kasih sayang dan tidak main kekerasan. Siswa diminta untuk rajin belajar dan mematuhi peraturan di sekolahan.

Sementara salah seorang guru, Riyadi, mengatakan, kejadian pemukulan saat jam istirahat. Meski sudah meminta anak-anak untuk istirahat di luar kelas saat kejadian ada tiga anak yang di dalam kelas.

"Sekolah selalu meminta siswa saat istirahat untuk berada diluar kelas, namun saat itu ada tiga anak. Ketiganya yakni Mila Amelia, Bahrul Ulum yang diduga melakukan pemukulan dan salah satu temannya," kata Riyadi.

Awal kejadian, kata Riyadi, saat Bahrul Ulum menyobek buku Mila Amelia, kemudian Mila mengejek hingga Bahrul Ulum marah dan memukul korban. Usai pemukulan korban masih sempat mengikuti pelajaran hingga jam pelajaran terakhir, namun keesokan harinya tidak ke sekolah dan pihak sekolah mendapat kabar Mila meninggal dunia di rumah sakit.***