
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kabupaten terbungsu di Provinsi Riau, Kepulauan Meranti menyimpan potensi besar dalam budidaya sagu. Sayangnya, sampai sekarang, pengelolaan kebun sagu masih dilakukan secara tradisional, bahkan hasil produksi masih dijual dalam bentuk gelondongan dengan nilai jual yang rendah.
Kenyataan ini diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Riau melalui Kabid Pengelola dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ferry HC kepada wartawan, Senin (24/9/2012). Bahkan tambahnya, budidaya sagu juga belum dilakukan secara baik.
''Kabupaten Meranti merupakan salah daerah sentra produksi sagu terbesar di Riau bahkan Indonesia. Kenyataannya pengelolaan tanaman sagu tidak dilakukan secara baik. Tanaman sagu dibiarkan saja tumbuh begitu saja,'' kata Ferry.
Dengan sistem pengelolaan tradisonal dan sudah turun temurun tersebut, dipastikan tidak mendatangkan hasil memuaskan bagi petani dan sistem penjualannya pun masih dalam bentuk gelondongan.
Dia juga menjelaskan saat ini sudah ada perusahaan yaitu PT Sampurna Agro yang akan menampung sagu petani. ''Ke depan kita akan melakukan pembinaan teknis untuk budidaya sagu di Meranti sehingga hailnya bisa lebih memuaskan,'' jelasnya.(rdc)