SELATPANJANG, GORIAU.COM - Meski di daerah sendiri, sagu belum menjadi tuan di negeri sendiri, tapi ternyata di daerah lain, sagu Meranti atau lebih dikenal dengan sagu Selatpanjang jauh lebih populer. Karena berhasilan itu pula banyak daerah melakukan studi banding ke Meranti, salah satunya Provinsi Papua dan Papua Barat.

Kunjungan dari Papua dan Papua Barat dilakukan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua dan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Provinsi Papua Barat. Keduanya didampingi oleh Ditjen Perkebunan dan akademisi dari akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

''Dengan kunjungan ini kami telah mendapat berbagai ilmu dasar bagaimana sistem budidaya mulai dari pembibitan hingga perawatan sagu. Bahkan kami dapat bonus bagaimana mengolah dan memproduksi tepung sagu,'' ujar Ketua rombongan Murti Astuti saat diterima Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Irwan Nasir, Senin (4/3/2013) malam.

Tuti juga memuji kemajuan Meranti dalam mengolah sagu menjadi makanan berupa mie sagu dan mie sohun, apalagi kedua produk tersebut sudah dipasarkan secara luas ke seluruh Indonesia. ''Selain itu kami juga melakukan kunjungan ke pabrik sagu termaju di Indonesia yaitu PT Sampurna Agro yang beroperasi di Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

Sementara itu di tempat yang sama, perwakilan Dishutbun Provinsi Papua Barat, Agus Ekhualy mengungkapkan, bahwa Papua dan Papua Barat memiliki luas hutan sagu terbesar di Indonesia bahkan mungkin di dunia saat ini. Hal senada juha diungkapkan Muhamad Arifin dari Disbudnak Papua. Menurutnya kedua pejabat itu, hutan sagu di Papua memiliki luas hingga 1,2 juta Ha.

Sementara itu, guru besar IPB Bintoro mengatakan, sesuai rencana, pemerintah pusat akan mengembangkan sagu di wilayah Papua karenanya perlu belajar ke Meranti.

Meranti menurut Bintoro, Meranti telah memiliki teknologi maju tentang pengelolaan sagu terutama dengan kahadiran perusahaan PT Sempurna Agro yang kebetulan menjalin kerjasama penelitian tentang sagu dengan pihak IPB Bogor. (kpt)