SELATPANJANG, GORIAU.COM - Banyaknya barang yang masuk dan keluar ke Kabupaten Kepulauan Meranti melalui pelabuhan khusus milik perusahaan ternyata membuat resah pemerintah. Pasalnya, barang yang masuk dan keluar tidak terkontrol dan bahkan disinyalir tidak mengikuti aturan yang ada.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Meranti Syamsuar Ramli kepada wartawan, Selasa (5/3/2013) mengatakan, pihaknya akan menertibkan distribusi barang masuk dan keluar termasuk ekspor dan import keluar negeri.

''Kita akan segera melakukan penertiban. Semua barang harus masuk ke pelabuhan resmi, setelah itu baru bisa dibawa ke pelabuhan milik perusahaan. Dan ini wajib dilakukan oleh semua usaha,'' tegasnya.

Ramli juga mensinyalir, masuknya barang melalui pelabuhan perusahaan sebagian tidak mengantongi administrasi yang sesuai, dan volume maupun jenis barang yang masuk dan keluar juga tidak terdata dengan baik. ''Kalau datanya tidak sesuai ini jelas merugikan kita, baik dari pendapatan asli daerah maupun penegakan aturan,'' tegasnya.

Dijelaskan, saat ini banyak produk yang masuk dan keluar serta ekspor dan impor Meranti yang sudah melakukan transportasi langsung seperti arang dan sagu. Umumnya, kedua komodoti ini diangkut dari pelabuhan perusahaan dan langsung di ekspor.

''Ke depan ini tak boleh lagi. Kita akan terapkan pola satu pintu, yaitu pelabuhan pemerintah,'' tegasnya. (kpt)