
PEKANBARU - Selain merazia delapan tempat hiburan, aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau juga menargetkan sasaran operasi terhadap sejumlah Warnet (Warung Internet) yang dicurigai disalahgunakan sebagai tempat mengkonsumsi Narkoba.
Hasilnya tidak sia-sia, di mana 13 orang pengunjung terpaksa diamankan, setelah hasil tes uriennya positif mengandung Narkoba. Razia yang berlangsung hingga Jumat (22/12/2017) subuh tersebut, setidaknya menyasar di tiga Warnet, daerah Sukajadi Pekanbaru.
Pantauan GoRiau.com, tempat pertama yang disasar adalah IT Net di Jalan Rajawali. Saat petugas BNN Riau tiba, pengunjung tengah asyik bermain game online hingga berselancar di dunia maya. Satu persatu identitas mereka diperiksa, dilanjutkan dengan tes urine.
Tujuh orang pengunjung dinyatakan positif menggunakan barang haram tersebut. Kepada tim dokter BNN Riau, sebagian mereka mengaku sengaja mengkonsumsi Narkoba agar fisiknya kuat, salah satunya tahan begadang semalam suntuk.
Ada yang mengaku memakai Narkoba jenis Sabu-sabu dan lainnya Ekstasi. Tentunya itu temuan mengejutkan oleh BNN Riau, di mana ditenggarai barang haram tersebut tidak hanya bisa dinikmati di tempat hiburan, melainkan juga di Warnet.
"Mereka pakai itu (Narkoba, red) biar kuat begadang. Misalnya konsumsi Sabu-sabu, atau pil Ekstasi kemudian main Warnet sambil dengarkan musik dengan Headphone," ungkap Kepala BNN Riau Brigjen M Wahyu Hidayat melalui Kabid Pemberantasan AKBP Haldun, usai razia digelar, Jumat subuh tadi.
Dari sana Razia lalu dilanjutkan ke Tantri Net 2 yang jaraknya beberapa ratus meter dari tempat pertama, masih di Jalan Rajawali. Begitu melihat petugas BNN turun dari kendaraan, sebagian pengunjung Warnet pun berhamburan kabur, hingga sempat terjadi kejar-kejaran.
Setelah seluruhnya dikumpulkan, para pemain Warnet itu pun menjalani tes urine. Di sini ada tiga orang yang terpaksa dibawa ke kantor BNN Provinsi Riau karena positif sebagai pengguna. Dari situ, tim bergerak ke Jovan Net, yang jaraknya beberapa meter saja.
Di sini juga petugas BNN Riau mengamankan tiga orang pengunjung yang juga positif mengkonsumsi Narkoba. Jika ditotal seluruhnya, ada 13 pengunjung terjaring dari tiga Warnet yang dirazia tersebut. Mereka semua dibawa untuk proses selanjutnya di kantor BNN Riau.
Haldun mengatakan, ditargetnya Warnet dalam razia kali ini menyusul banyaknya laporan masyarakat yang masuk ke BNN Riau. Dari sana penyelidikan dan analisa dilakukan oleh tim, untuk memapping Warnet mana saja yang diduga disalah gunakan.
"Kita analisa ternyata banyak pemakai Narkoba. Memastikannya, maka kita ambil sample ditiga Warnet ini, di mana sudah kita mapping lebih dulu. Ternyata terbukti, ada pengunjung yang positif," sebut AKBP Haldun. Mereka yang terjaring ini rata-rata sudah berumur.
"Pengakuannya biar kuat begadang. Selain itu warga di sekitar juga resah, maka dari itu, kita BNN Riau mengambil tindakan. Bisa dilihat, sudah dini hari warnetnya masih saja buka. Temuan adanya pengguna Narkoba ini akan kita informasikan ke Pemko Pekanbaru," yakinnya.
Tidak hanya masalah Narkoba, Haldun menegaskan pihaknya juga akan menanyakan soal jam operasional Warnet. "Terutama soal izin buka. Sebenarnya bagaimana dan sampai jam berapa. Sebab kalau sampai larut malam begini, bisa disalahgunakan untuk pakai Sabu dan Ekstasi," singkat Haldun.
Razia yang digelar BNN kali ini sukses menjaring total 18 orang penyalahguna Narkoba, termasuk dengan mereka yang terjaring di tempat hiburan. Satu diantaranya bahkan seorang wanita dan sisanya pria. Kata AKBP Haldun, razia dilakukan untuk menekan peredaran Narkotika, terutama jelang Natal dan tahun baru. ***