PEKANBARU - Tim dari Densus 88 Anti-teror dan Polda Riau, Senin (11/12/2017), mengamankan empat orang terduga teroris. Mereka ditangkap di empat lokasi persembunyian secara terpisah-pisah. Dua di Kabupaten Kampar, satu orang di Pekanbaru dan seorang lainnya di Rupat Kabupaten Bengkalis.

Ini dibenarkan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Nandang, beberapa jam setelah mereka diamankan oleh tim gabungan. Penangkapan terhadap keempat terduga teroris itu juga melibatkan aparat berwajib dari Polres masing-masing, diantaranya Kampar, Polresta Pekanbaru dan Bengkalis.

Penangkapan ini, sebut Irjen Nandang, dilakukan secara estafet sejak Senin pagi tadi. Yang ditangkap pertama kali diketahui berinisial AJ alias Raja di daerah Rupat pada pukul 05.30 WIB. "Jadi timnya memang dibagi-bagi, ditangkap di empat tempat dalam waktu terpisah-pisah," ulas Kapolda Riau.

Berlanjut kemudian, giliran terduga teroris berinisial DG diciduk tanpa perlawanan. Ia ditangkap di daerah Payung Sekaki Kota Pekanbaru sekitar Pukul 05.45 WIB, selisih 15 menit setelah AJ diciduk. Setelanya berinisial RR yang ditangkap di daerah Tapung pada pukul 08.40 WIB.

"Terakhir di daerah Kuok, dengan inisial terduga teroris adalah DRP," ulasnya. Saat ini, keempat orang tersebut sudah diperiksa dan dimintai keterangannya. Irjen Nandang belum dapat menyampaikan, apa saja barang bukti yang diamankan tim gabungan dalam penggerebekan tersebut.

Yang jelas dipastikan Kapolda Riau, diantara mereka ada yang bertujuan melarikan diri ke Riau setelah terlibat aksi teror, dan sisanya berencana melakukan amaliyah, dengan sasaran aparat kepolisian. "Ini akan kita kembangkan lagi. Tapi diduga sebagian ada yang ingin melakukan amaliyah," pungkas dia.

Penggerebekan tersebut juga melibatkan aparat Brimobda Polda Riau serta jajaran Polres tempat terduga teroris itu bersembunyi. Usut punya usut, diantara mereka ada yang pernah ikut latihan di Bukit Gema, Lipat Kain, beberapa waktu lalu. ***