BENGKALIS, GORIAU.COM - Malang nian nasib Zalina (42), warga RT/RW 03/05 Desa Jangkang, Kecamatan Bantan. Ia kehilangan dompet dan barang-barang berharga lainnya yang diletakkan di dalam jok sepeda motornya saat mengambil paspor di Kantor Imigrasi Bengkalis.

Diceritakan wanita yang berprofesi sebagai bidan kampung ini, peristiwa naas yang menimpa dirinya itu terjadi Kamis (20/2) siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB. Waktu itu ibu paruh baya yang akrab disapa Bu Ina ini ke Kantor Imgirsi untuk mengambil paspornya.

Selang 20 menit kemudian atau tepatnya setelah urusan selesai di Kantor Imigrasi Bengkalis, Ina keluar lalu menuju sepeds motor merk Honda Revo yang diparkir di depan Kantor Imigrasi.

Alangkah terkejutnya Ina, saat mengetahui dompet yang disimpan di dalam jok sepeda motornya sudah tidak ada lagi. Selain berisi sejumlah uang, KTP dua buah (atas nama dirinya dan anaknya), ATM serta buku bank, juga raib dikebas maling.

''Motor saya tinggal sekitar 20 menit, setelah itu saya kembali lagi. Saat saya buka jok Honda saya, dompet yang saya simpan sudah tidak ada lagi," keluh Ina.

Ia pun melaporkan kejadian yang menimpa dirinya itu epada sejumlah pegawai Imigrasi. Karena di tempat parkir tersebut ada CCTV yang terpasang, maka pegawai Imgirasi langsung memutar ulang CCTV. Terlihatnya, dua orang pelaku sedang menjalankan aksi mencuri dompet milik Ina.Satu orang pelaku menjalankan aksi membuka jok motor Ina, sedangkan pelaku yang lain standby duduk di atas sepeda motor. Setelah berhasil mengambil dompet Ina, keduanya lantas kabur menggunakan sepeda motor.

''Saya kenal wajahnya. Saat saya masuk ke kantor Imigrasi, salah seorang pelaku terlihat sibuk menelpon, seolah-olah tidak memperhatikan saya. Pelaku memakai topi berpostur tinggi dan agak gemuk," kata Ina.

Tidak ingin pelaku kabur membawa barang miliknya, Ina melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bengkalis. Setelah membuat laporan, sejumlah anggota Polisi mendatangi TKP dan milihat isi rekaman CCV milik Imigrasi.

''Uangnya memang tak banyak, ada uang Ringgit 160,  uang Rupiah 450 ribu, ATM dan buku bank. Juga ada dua buah KTP milik saya dan anak saya. Saya berharap barang-barang berharga milik saya itu dikembalikan,'' pintanya.

Kalaupun uang dan surat-surat penting tidak bisa kembali, Ina sangat berharap barang berharga lainnya yang ada di dompet tersebut dikembalikan kepadanya.

''Ada barang berharga lain dalam dompet saya itu. Kalau uangnya diambil atau sudah habis tak masalah, tapi mohon barang berharga milik saya itu dikembalikan,'' ujar bidan kampung ini lagi.(jfk)