PEKANBARU, GORIAU.COM - Sejak diprogramkan pada 2005 silam, Program Kemiskinan, Kebodohan dan Infrastruktur (K2I) yang telah menelan anggaran puluhan miliar tidak menampakkan wujud nyata terhadap realisasinya kepada masyarakat.
Program K2I dibentuk pada masa Humizry Husein sebagai Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Riau. Namun hingga dipegang Zulher, program tersebut tidak juga menemukan titik terang dimana dan siapa penerimanya.
Zulher dinilai tidak becus menangani dan memperjelas program K2I tersebut. Bahkan Zulher dinilai lepas tanggung jawab untuk mengurusinya. Program K2I itu sendiri sudah menelan APBD sebesar Rp62 miliar.
Sementara saat operasinya, PT Gerbang Eka Palma (GEP) ditunjuk sebagai pihak rekanan yang mengerjakan. Saat itu danggarkan dana sebesar Rp217 miliar lebih untuk lahan seluas 10.200 hektar. Ini dituangkan Perda Nomor 2 tahun 2006.
Sementara kontrak proyek PT GEP untuk membangun perkebunan dikeluarkan pada 2010. Pembangunan usaha perkebunan ini terletak di enam kabupaten, yakni Indragiri Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Kuansing, Indragiri Hilir, dan Bengkalis.
Namun dalam perjalanannya, proyek itu tidak tuntas sebagaimana yang diharapkan. Sehingga menimbulkan teka-teki bagaimana pertanggungjawaban dan wujud realisasi program tersebut.
Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan, sangat menyayangkan program pro rakyat tersebut tidak bisa dituntaskan. Bahkan malah sebaliknya, seperti ada keinginan dari oknum-oknum tertentu yang terlibat untuk mengambil keuntungan.
"Disbun Riau jangan lepas tanggung jawab, karena program seharusnya sudah bisa dirasakan oleh masyarakat. Sementara hingga saat ini hasilnya nihil," kata Riko.
Bahkan Riko mengatakan diduga proyek ini hanya akal-akalan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mencari keuntungan. "Kadisbun Riau harus bisa memberikan penjelasan secara rinci kepada masyarakat. Bagaimana perkembangan terakhir mengenai program tersebut," ungkapnya.
Walhi Riau juga mempertanyakan dan meminta Disbun Riau merincikan sekitar 10 persen perkembangan proyek yang dijalan PT GEP tersebut. Sejauh mana dan dimana saja lokasi program tersebut sudah dijalankan.(rul)