
PEKANBARU - Berbagai upaya terus dilakukan kepolisian di Pekanbaru-Riau dalam menekan maraknya kasus kejahatan konvensional yang terus muncul bak jamur, seiring dengan pesatnya kemajuan, baik dari segi infrastruktur maupun geliat perekonomian.
Sebab itu, Kota Pekanbaru jadi sangat 'renyah' jadi sasaran para penjahat untuk mencari makan. Bukan tidak mungkin, bagi masyarakat yang lengah, bisa-bisa jadi sasaran kejahatan seperti penjambretan, pecah kaca, perampokan hingga pembegalan.
Untuk mencegah kian leluasanya para penjahat ini, Polresta Pekanbaru pun menurunkan kekuatan tempurnya. Selain itu, juga dibentuk tim khusus yang fokus menangani permasalahan kejahatan jalanan (street crime). Mau tahu apa saja, berikut GoRiau.com rangkum untuk anda.
1. Tim Pemburu Begal. Tim ini dibentuk khusus untuk 'menghajar' pelaku begal yang kerap meresahkan masyarakat Kota Bertuah atau yang kini disebut Kota Madani. Anggotanya diambil dari polisi terbaik dimasing-masing Polsek yang ada.
Tim pemburu begal ini khusus diperlengkapi dengan sepeda motor yang cukup mumpuni untuk aksi kejar-kejaran. Sesuai waktu, tim ini bisa berkamuflase menjadi pengendara biasa, atau polisi berseragam lengkap. Kalau ditanya kapan beraksinya, sudah barang tentu dirahasiakan.
Namun yang jelas, kerja tim yang baru dibentuk ini sudah mulai terlihat, karena beberapa aksi kejahatan berhasil mereka sikat. Bahkan tadi malam, tim pemburu begal bersenjata lengkap ini sempat terlihat ikut andil berpatroli di ruas jalan yang rawan kejahatan.
2. Tim Quick Respon. Sesuai namanya, tim tersebut dibentuk untuk reaksi cepat dalam merespon laporan kejadian masyarakat. Tak jauh beda dengan Tim Pemburu Begal, Tim Quick Respon juga mayoritas diperlengkapi dengan sepeda motor, sehingga praktis untuk mengakses daerah jangkauan.
Bagi masyarakat yang punya laporan kejadian, seperti kejahatan di lingkungan sekitar atau di jalan raya, bisa segera menghubungi tim tersebut di nomor bebas pulsa 110, atau nomor kepolisian lainnya sesuai wilayah kejadian. Maka dengan cepat tim tersebut akan datang ke lokasi.
3. Tim Ranjau Paku. Khusus yang satu ini sudah dibentuk sejak tahun 2015 lalu dan sudah beraksi di hampir seluruh ruas jalan di Kota Pekanbaru. Sesuai namanya, tim tersebut bertugas menyapu bersih paku dan sejenisnya yang sengaja ditaruh di jalan oleh pelaku kejahatan untuk menggaet sasarannya.
Bagi korban yang lengah dan terkena ranjau paku, bisa-bisa jadi sasaran pencurian bahkan pecah kaca. Modusnya, yakni dengan mengintai sasarannya yang sedang berhenti di jalan, lalu beraksi melakukan pencurian. Sebab itu, Tim Ranjau Paku ditugasi untuk membersihkan jalan-jalan dari tebaran jebakan ini.
Tim Ranjau Paku punya mobil khusus serupa mobil golf yang dimodifikasi dengan bumper depan dilengkapi oleh magnet. Sepanjang jalan, magnet ini akan menarik segala macam benda yang terbuat dari besi, termasuk paku-paku. Dengan adanya tim tersebut, secara tidak langsung dapat menekan aksi kejahatan jalanan.
Dengan upaya maksimal dari kepolisian, nyatanya aksi kriminalitas kerap saja terjadi. Mungkin saja ini disebabkan oleh faktor masyarakat yang tanpa sengaja menciptakan peluang bagi penjahat untuk beraksi, semisal perpenampilan mencolok saat berkendara, dan menggantungkan tas pada posisi yang gampang diraih oleh para penjambret.
"Maka kita minta kerjasama masyarakat agar bisa bersikap polisionil dan mawas diri. Waspada saat berkendara dan hindari melewati jalan gelap dan sepi saat larut malam jika tidak begitu mendesak. Bila perlu ajak orang yang dikenal untuk menemani. Tempatkan barang berharga pada posisi yang aman," sebut Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono.
"Selain itu segera laporkan jika melihat orang-orang yang mencurigakan, terlepas apakah mereka penjahat atau bukan, kita bisa melakukan monitoring. Jangan tinggalkan barang di dalam mobil dan berhentilah di tempat yang terang dan ramai. Simpan nomor penting kepolisian untuk berjaga-jaga," tukasnya kepada GoRiau.com. ***