
DUMAI, GORIAU.COM - Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bantuan pemerintah Kota Dumai di Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota dikeluhkan warga penerima. Hingga kini, rumah yang dijanjikan sudah lama tak kunjung selesai dibangun, akibatnya pemilik rumah harus terlunta-lunta sebab rumah milik mereka dibongkar.
Uci (64) salah satu warga mewakili warga penerima bantuan RLH kepada Goriau.com Selasa (24/9/`13) menyebutkan, sejak dimulai pembangunan rumah sederhana untuk warga kurang mampu. Dirinya bersama keluarga terpaksa mengungsi dan menumpang ke rumah kerabat.“Sebenarnya kalau boleh kami menetap dulu di rumah sendiri, mungkin tidak akan menyusahkan kerabat tempat menumpang sementara. Kami berharap kalau bisa pembangunan rumah bisa disegerakan agar kami bisa menempatinya dan tidak menyusahkan orang lagi,” katanya.Dirinya menambahkan, bukannya mendapatkan rumah yang lebih baik dari sebelumnya akan tetapi justru membuat warga penerima bantuan RLH terlunta- lunta dan menanti-nanti kapan rumah mereka selesai."Sudah sebulan lebih rumahnya tidak kunjung selesai pengerjaannya sementara sampai saat ini pengerjaan yang baru terlihat cuma sebatas kayu pondasi dan kayu bluti yang melingkar di sekelilingnya saja," jelasnya.Dikatakan Uci, jika dana untuk pengerjaan rumah ini belum ada kenapa sudah berani meminta pemilik rumah untuk melakukan pembongkaran. Apa tidak terfikirkan oleh pemerintah bagaimana kehidupan si pemilik rumah selama rumah mereka dalam tahap pembangunan, dimana mereka tinggal, dan sampai berapa lama lagi harus menanti rumahnya selesai dibangun.“Seharusnya bahan sudah ada baru dilakukan pembongkaran rumah. Jadi, pemilik rumah masih bisa tinggal di rumah lama menjelang bahan untuk pembangunan rumah ini datang, sehingga lebih efisien dan tidak membuat kehidupan pemilik rumah menjadi terlunta-lunta seperti ini”, ujar Beni, warga Pasar Kelapa yang juga penerima RLH dari pemko Dumai.Sampai saat ini Uci mengakui masih menumpang di rumah tetangga yang berada di sekitar Pasar Kelapa serta belum menemukan rumah sewa yang kosong. Sehari-harinya Uci harus berada di lapaknya berjualan yang berada tidak jauh dari rumahnya yang sedang dalam tahap pembangunan tersebut.Sedangkan untuk aktifitas memasak dan makan sehari- hari bersama anaknya dilakukan di dapur bekas rumah lama. namun untuk tidur, malam harinya Uci bersama keluarga terpaksa menumpang tidur dirumah tetangga.(egy)