PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Wuih..., kondisi Jalan Poros BTN Lama, Pangkalan Kerinci, ternyata unik juga. Kalau hujan turun dengan durasi waktu lama, maka jalan poros ini mirip seperti sungai karena tak ada satu pun tempat kering yang bisa dilewati. Kondisi ini terjadi cukup lama, bahkan sudah sering dilaporkan ke instansi terkait, namun hingga Kamis (14/2/2013) siang tadi, peristiwa itu kembali terjadi.

"Kalau hujan turun seperti saat ini, maka jalan poros menjadi seperti sungai karena drainasenya bermasalah. Banjir menjadi langganan di BTN Lama jika curah hujan naik,'' terang Ketua RW 10 Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, AE Nasution, yang tinggal di komplek BTN Lama, Kamis (14/2).

AE Nasution mengatakan karena seringnya banjir melanda daerah ini maka lama-kelamaan warga sudah terbiasa direndam banjir. Padahal jika terendam, baik badan jalan utama maupun lingkungan rumah warga banyak yang terendam air. Ironisnya lagi sampai saat ini memang belum ada solusi dari pemerintah terkait perbaikan drainase untuk mengantisipasi banjir di daerah ini.

"Kondisi ini sudah berlangsung lama tapi belum ada solusi dari pemerintah untuk menuntaskan persoalan banjir dan perbaikan drainase," katanya.

Menurut AE, panggilan akrabnya, setiap hujan lebat dan lama, warga merasa sangat resah karena banjir pasti menggenangi jalan dan rumah di sekitar lokasi di BTN Lama yang dihuni ribuan warga. "Setiap hujan lebat banjir datang, tapi apa mau dikata, sudah berbuih-buih mulut saya menyampaikan kondisi ini ke pemerintah daerah, tapi kondisinya tak kunjung berubah. Jadi apalagilah, sebut saja warga sudah terbiasa dan sudah tidak terganggu lagi dengan banjir," tukasnya.

Ditambahkannya, selain sekitar perumahan BTN Lama ini berada di lokasi yang agak rendah, diperparah lagi dengan saluran air yang tidak normal. Soalnya, drainase mulai Jalan Lintas Timur (Jalan Maharaja Indra-red) sampai BTN ini kondisinya tak ada yang bagus. Dan karena pembuangan air dan salurannya tidak jelas makanya daerah ini selalu kebanjiran. "Hujan saja satu jam apalagi berjam-jam, sudahlah, tenggelam kami semua," tutupnya. (ilm)