PEKANBARU - Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mendorong mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau untuk aktif mengembangkan diri secara seimbang, baik di bidang akademik maupun keorganisasian. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026, Kamis (27/8/2026).

Berlangsung di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UIN Suska Riau, acara yang mengusung tema "Kepemimpinan Generasi Muda di Era Transformasi Nasional" ini diikuti oleh ribuan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.

Adaptasi dan Kemandirian di Kampus

Markarius menyampaikan bahwa mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan cepat karena sistem pembelajaran di perguruan tinggi sangat berbeda dengan masa sekolah menengah.

"Kalau di sekolah itu ada guru, wajib hadir, wajib masuk. Masuk pagi, keluar sore. Tapi kalau kampus beda, ada kemandirian. Itu belajarnya mandiri. Jadi harus segera menyesuaikan diri, adaptasi. Itu yang pertama," ingatnya.

Di samping kemandirian, ia juga meminta para peserta PBAK untuk segera menentukan tujuan karier sejak awal masa perkuliahan. Dengan perencanaan yang matang, mahasiswa dapat memanfaatkan waktu di kampus secara maksimal sebagai landasan persiapan menuju masa depan.

Organisasi Sebagai Wadah Latihan Kepemimpinan

Dalam menjalani kehidupan kampus, mahasiswa dituntut mampu menyusun skala prioritas antara belajar, bersosialisasi, dan berorganisasi. Meski nilai akademik tetap menjadi hal utama, Markarius menilai aktivitas di luar kelas sangat krusial untuk melatih insting kepemimpinan.

"Tentu harus tahu mana yang prioritas. Tapi jangan lupa, di samping belajar, juga mesti punya aktivitas di luar akademik supaya kita bisa belajar kepemimpinan sesuai tema hari ini," paparnya.

Menurutnya, kecakapan memimpin tidak cukup hanya dikuasai melalui teori di dalam kelas, melainkan membutuhkan pengalaman dan tempaan langsung di lapangan bersama rekan-rekan sebaya.

"Jadi memang penting aktif di organisasi kemahasiswaan. Untuk apa? Untuk belajar kepemimpinan. Karena kepemimpinan itu hanya bisa muncul berdasarkan pengalaman dan itu harus ada latihan. Kesempatannya ada di kampus," tegas Markarius.

Bekal Hadapi Dunia Kerja

Keseimbangan antara capaian akademik dan pengalaman nonakademik akan melahirkan pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara karakter. Hal ini dinilai akan sangat membantu mahasiswa ketika memasuki dunia kerja yang dinamis.

"Jangan hanya jadi mahasiswa saja, belajar saja, tapi bersosial tidak, organisasi juga tidak, nanti susah di dunia kerja. Tapi kalau dia aktif di organisasi, dia bisa menyesuaikan diri, maka daya adaptifnya lebih cepat, penyesuaiannya lebih cepat," urainya.

Di akhir materinya, Markarius memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme ribuan peserta. Ia merasa bangga bisa berbagi wawasan dengan generasi muda yang dinilainya memiliki potensi intelektual yang besar untuk memajukan daerah dan bangsa.

"Mahasiswa baru tahun ini keren sekali, sangat antusias. Tadi saya lihat jumlahnya banyak sekali, ada ribuan orang. Apalagi semua yang hadir hari ini merupakan orang-orang intelektual. Kita mudah berkomunikasi karena semuanya orang terpelajar. Mereka punya potensi untuk menerima dan menangkap sesuatu yang kita sampaikan," pungkasnya. ***