
TELUKKUANTAN – Seekor sapi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, terkonfirmasi positif mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK). Dengan munculnya kasus ini, masyarakat diminta untuk waspada terhadap hewan ternaknya.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kuansing, Andri Yama Putra, saru ekor sapi positif PMK berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
"Hasil lab keluar Jumat kemaren, hasilnya positif PMK. Tapi sapinya sudah dibantai saat kurban kemaren," ujar Andri Yama kepada GoRiau.com, Selasa (19/7/2022) pagi di Telukkuantan.
Disbunak Kuansing telah melakukan tracking perjalanan sapi kurban tersebut. Menurut Andri Yama, sapi tersebut berasal dari Sumatera Utara (Sumut).
"Pengawasan di pos perbatasan semakin kita tingkatkan, agar tidak kecolongan lagi," ujar Andri Yama.
Dengan munculnya kasus PMK di Kuansing, Andri Yama mengimbau agar peternak di Kuansing mengandangkan hewan ternak. Jika ada hewan ternak yang sakit, segera melapor ke dinas atau petugas lapangan di kecamatan.
"Sembari menunggu vaksin, hewan ternak jangan dilepas liarkan, harus dikandangkan dan rutin melakukan inspeksi," kata Andri Yama.***